SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Salah satu tanaman sayur yang mudah ditanam di halaman rumah adalah terong ungu.
Jika pun memiliki lahan terbatas, terong berbuah panjang berwarna ungu ini juga bisa ditanam dalam pot.
Menanam terong ungu ini sebenarnya mudah ditanam di mana pun, langsung di tanah maupun dalam pot, polybag atau drum bekas yang tidak digunakan lagi.
Terong dapat tumbuh hingga mencapai tinggi sekitar 40 cm hingga 150 cm. Dengan ini hampir disetiap daerah Indonesia yang beriklim tropis mudah tumbuh.
Terong ungu diketahui memiliki kandungan vitamin K, mineral, kalsium, dan bioflavonoid yang berguna bagi tubuh.
Kandungan-kandungan dalam terong ungu tersebut diketahui bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti mengatasi sembelit, mencegah diabetes, menjaga tulang, mencegah anemia, dan masih banyak lagi.
Beruntungnya, kita sebagai masyarakat Indonesia, karena tanaman yang bisa tumbuh subur di iklim tropis negeri ini, termasuk juga terong ungu yang mudah ditanam.
Bagi yang tertarik untuk memiliki kebun terong ungu sendiri, berikut ini beberapa cara menanam terong ungu seperti dilansir dari kanal Youtube DIY Urbanin.
Sebelum memutuskan untuk menanam terong ungu hal pertama yang harus dipersiapkan adalah bibit.
Bibit bisa diperoleh di toko pertanian atau bibit hasil dari buah yang pernah ditanam.
Ciri-ciri bibit terong ungu yang layak untuk ditanam adalah benih yang mengkilau,ukuran, bentuk, dan warna benih seragam dan tidak berbeda-beda.
Perlu diperhatikan juga benih tidak kotor dan tercampur dengan benih yang berkualitas buruk (cacat, kosong, atau benih tanaman lain).
Juga memiliki daya kecambah atau daya untuk tumbuh yang cepat, sekitar 80%.
Persiapkan media tanam
Untuk menanam terong ungu kamu bisa langsung menanam di tanah, namun jika lahan terbatas bisa menanam dalam polybag atau wadah plastik bekas.
Persiapkan tanah yang gembur dan pastikan kondisi tanah yang kaya zat organik. Tanah bisa dicampur dengan sekam.
Pastikan diberi lobang pada bagian bawah wadah plastik atau polybag agar nantinya air tidak tergenang di dasar pot. Air yang tergenang mengundang jamur dan membuat akar terong membusuk.
Sebaiknya menggunakan pot atau polybag yang berukuran besar, agar penyemaian dapat dilakukan dalam satu wadah yang sama. Hal ini bisa menjadi alternatif bagi Anda yang tidak memiliki lahan luas untuk menyemai benih terong ungu.
Cara penyemaian
Cara menanam terong ungu yang ketiga adalah dengan melakukan penyemaian terong ungu di pot atau polybag.
Ketika sudah memiliki bibit terong ungu dan siapkan media tanamnya, langkah berikutnya adalah dengan melakukan penyemaian terhadap benih terong ungu.
Penyemaian dapat dilakukan dengan cara merendam benih ke dalam air hangat-hangat kuku selama kurang lebih 15 menit.
Sambil menunggu, campurkanlah tanah dan padi sekam, dan aduk rata dengan cetok.
Masukkanlah campuran tanah dan padi sekam dengan perbandingan 1: 1 ke dalam pot atau polybag.
Baca Juga: Keliru Pahami Laporan Keuangan: Dalil PKPU Dahlan Dianggap Tidak Tepat
Buatlah lubang-lubang tipis dengan jarak minimal 1 cm.
Letakkan benih terong ungu pada lubang-lubang yang telah dibuat.
Tutuplah benih dengan sisa campuran tanah dan padi sekam dengan takaran yang cukup.
Padatkan tanah dengan menepuk-nepuk secara perlahan.
Siram atau percikkan bibit dengan air secukupnya secara lembut. Lakukan secara teratur pada pagi dan sore hari.
Letakkan di tempat yang terkena sinar matahari yang cukup.
Tunggulah sampai bibit terong ungu berkecambah. Biasanya perlu menunggu sekitar satu bulan.
Pemindahan bibit
Ketika bibit terong ungu sudah menunjukkan adanya pertumbuhan kecambah, itu menandakan bahwa bibit tersebut sudah siap dipindahkan ke media tanam yang lebih besar.
Bibit terong ungu yang sudah siap menangani biasanya penangguhan dengan pertumbuhan daun yang sudah muncul sebanyak 4 helai.
Dalam hal ini, bibit dapat dipindahkan ke dalam polybag atau pot yang berukuran sama namun dengan porsi satu pot untuk satu bibit tanaman.
Beberapa langkah yang harus dilakukan untuk memindahkan bibit terong ungu adalah sebagai berikut.
Siapkan beberapa polybag atau pot yang sudah diberi lubang di bagian bawah. Sesuaikan dengan jumlah bibit yang Anda miliki.
Campurlah media tanah dengan pupuk kandang dan sekam.
Masukkan campuran tersebut ke dalam pot atau polybag yang telah disediakan.
Buatlah lubang di bagian tengahnya sedalam kurang lebih 5 cm.
Angkat bibit terong ungu yang sudah berkecambah secara perlahan dari media semai.
Tanam bibit di lubang yang telah dibuat.
Padatkan tanah dengan menepuk secara perlahan.
Siramlah dengan udara secukupnya dengan teratur, yaitu pada pagi dan sore hari.
Agar Anda bisa memberikan pupuk limbah rumah tangga di dalam tanaman terong ungu, siapkan botol minuman bekas.
Bagi dua. Masukkan salah satu bagian botol ke dalam tanah dengan posisi mulut botol ke bawah.
Pada bagian atas bisa dibuka dan ditutup. Masukkan setiap sampah rumah tangga di dalam botol dan ia akan menjalani pembusukan di dalamnya. Humus yang telah membusuk mengairi ke dalam tanaman terong ungu.
Siramlah tanaman terong ungu dengan teratur, yaitu dua kali sehari setiap pagi dan sore hari.
Lakukanlah pemupukan susulan. Pilihlah pupuk organik, hindari pemberian pupuk kimia.
Periksalah daun-daun terong ungu. Jika ada yang terserang penyakit, segeralah untuk dipetik atau dibuang.
Cabutlah gulma-gulma yang berkeliaran di sekitar tanaman terong ungu. Untuk Anda yang menanam terong ungu langsung di lahan atau tanah (bukan di pot atau polybag), kecenderungan tumbuhnya gulma akan lebih tinggi, sehingga diperlukan kegiatan penyiangan secara berkala.
Pasang dan ikatkan bambu pada tanaman. Bambu berfungsi sebagai penyangga tanaman terong ungu.
Memasuki usia tiga sampai 4 bulan terong ungu telah siap panen. Terong ungu bertahan hingga lima hingga 6 bulan. (sit)
Editor : Redaksi