Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Putus Asa! 5 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Jatuh Bangkrut

Redaksi • Kamis, 14 Agustus 2025 | 09:00 WIB
Ilustrasi jatuh bangkrut ( pixabay. com)
Ilustrasi jatuh bangkrut ( pixabay. com)

SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Hal yang paling sulit dialami seseorang adalah ketika dirinya diuji dengan kebangkrutan alias jatuh miskin.

Apalagi jatuh miskin ketika hidup lagi jaya-jaya-nya, namun tiba-tiba terpuruk dan kehilangan harta secara mendadak.

Penyebabnya pun bisa beragam. Entah karena kehilangan pekerjaan, kehilangan aset karena kebakaran atau musibah karena penipuan.

Hingga menemukan diri sedang berada di titik terendah. Untuk bangkit memang tak semudah diucapkan, tapi hal itu lebih baik dari dari pada menangisi keadaan.

Menghadapi jatuh miskin, bangkrut dan terpuruk setelah bergelimang harta memang tidak semudah diucapkan.

Rasa prustasi, putus asa menghampiri bahkan dada ikut sesak. Seolah-olah ini adalah akhir dari kehidupan.

Padahal kesuksesan dan kegagalan adalah dua-duanya cobaan kehidupan. Dan setiap orang hidup berpeluang mengalami 2 hal tersebut.

Hidup yang biasanya serba berkecukupan, ingin sesuatu tinggal gesek, namun kini tiba-tiba segalanya hilang, dan itu bukanlah hal yang mudah.

Dilansir dari Kanal Youtube Sukses Before inilah 5 hal pertama yang harus dilakukan saat seseorang tiba-tiba bangkrut jatuh miskin.

1. Jangan terlalu banyak mengeluh

Siapa sih, yang tidak stres dan merasa sesak karena simpanan ludes dalam sekejap akibat bisnis bangkrut?

Apalagi bila jumlahnya banyak. Namun, terlalu lama tenggelam dalam perasaan kalah dan mengeluh terus-terusan bukan cara bijak dalam menghadapi masalah.

Bukannya segera bangkit, yang ada Anda malah menderita depresi akut. Berlama-lama merenungi nasib, menangisi harta yang telah ludes juga bukan solusi.

Dari pada menangisi nasi yang telah jadi bubur bukankah lebih baik Anda menikmati bubur ditambahi daging ayam dan bawang goreng agar suasana makan lebih menenangkan.

2. Berusaha berpikir positif

Semuanya telah terjadi. Kita tidak bisa memutar waktu kembali. Yang bisa Anda coba lakukan sekarang adalah berusaha berpikir positif.

Pribahasa dari pada mengutuk kegelapan lebih baik menyalakan lilin, kata-kata itu sangat tepat sebagai motivasi agar pikiranmu lebih positif menerima keadaan.

Jangan berlarut-larut meratapi luka terhadap kegagalan. Karena luka bukan untuk diratapi, tapi juga diobati.

3. Introspeksi dan menyusun strategi baru

Setelah memberi waktu bagi diri sendiri untuk ‘berduka’, saatnya introspeksi dan mulai menyusun strategi baru.

Belajarlah dari kesalahan yang lalu. Apa saja langkah Anda yang telah salah pilih? Apa yang sebaiknya dipertahankan?

Jika sudah merasa mantap, saatnya menyusun strategi baru untuk membuka bisnis berikutnya. Inilah cara bijak dalam menghadapi masalah keuangan Anda.

Bukankah pengalaman adalah guru yang terbaik. Pastikan jangan seperti keledai yang jatuh pada lobang yang sama.

4. Cekatan dan ikat pinggang

Banyak pengusaha yang cenderung tergagap-gagap saat menghadapi kebangkrutan bisnis mereka.

Untuk mengurangi efek shock dari ‘kejatuhan’ tersebut, pastikan Anda sudah punya simpanan cadangan (untuk langkah awal membuka bisnis, sebaiknya jangan menggunakan semua tabungan Anda sebagai modal awal.

Untuk mengurangi efek melumpuhkan dari kebangkrutan, mungkin Anda harus ‘mengencangkan ikat pinggang’ dulu untuk sementara waktu.

Cukup berbelanja yang benar-benar perlu dan bekerjalah untuk orang lain dulu. Gunakan kesempatan ini untuk kembali mengumpulkan tabungan yang semula terkuras akibat bisnis yang bangkrut.


5. Bersikap pantang menyerah

Ingat, tidak ada yang abadi dalam hidup di dunia ini, termasuk masa kebangkrutan Anda dalam berbisnis.

Namun, lagi-lagi semua ini tergantung Anda: mau maju atau diam di tempat? Sejarah telah membuktikan bahwa pengusaha yang paling sukses pun sudah pernah gagal berkali-kali. Lalu, bagaimana dengan Anda?

Kata kunci dari segala hal yang paling utama adalah kesabaran dan keiklasan dalam menerima risiko apapun. Baik itu kesuksesan dan kegagalan. Bukankah sejak lahir pun kita tidak membawa apapun?

Nikmati dan rayakan setiap momen dalam kehidupan baik itu kekayaan dan kebangkrutan dengan tidak berlebihan.

Dengan begitu saat kehilangan sekalipun psikologi kejiwaan tidak terganggu. Menyadari harta dan segalanya hanyalah barang titipan tuhan. (sit)

Editor : Redaksi
#bangkrut #jatuh miskin