Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Prospek Besar Bertani Genjer Sekali Panen Beromset Jutaan Rupiah, Berikut Cara Budidaya Agar Sukses

Redaksi • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 12:00 WIB

 

Ladang genjer, (youtube Agrotek)
Ladang genjer, (youtube Agrotek)

SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Tidak seperti sayur lain seperti bayam atau kangkung, genjer kerap dipandang sebelah mata.

Malah sayur ini dulunya jarang di budidaya. Jika pun dijual di pasar biasanya oleh penjual mengambilnya begitu saja di sawah yang tumbuh liar.

Namun kini genjer semakin naik daun dan potensi genjer bisa menjadi bisnis yang cukup menjanjikan nilai ekonomi.

Adalah Irma Petani Genjer yang viral di TikTok berasal dari Lampung. Ibu rumah tangga ini malah mengubah ladang sawitnya seluas setengah hektar dijadikan ladang genjer.

Dari usaha bertani genjer Irma mendapat omset Rp1 Juta dalam sekali panen. Setiap dua hari sekali Irma memanen sayur genjer yang kemudian dijual ke penampung.

Di beberapa daerah di Indonesia genjer adalah gulma yang kerap dibunuh para petani karena merusak tanaman padi.

Namun genjer adalah termasuk dalam jenis sayur yang dikonsumsi masyarakat baik rumah tangga maupun restoran.

Genjer juga bermanfaat bagi kesehatan. Genjer membantu meredakan inflamasi dan nyeri serta membantu mencegah pertumbuhan kanker.

Bagi masyarakat tradisional genjer dijadikan obat untuk mengatasi saluran cerna seperti diare dan sembelit.

Genjer juga penghasil serat dan kini di tengah masyarakat modern gayur genjer kerap menjadi hidangan istimewa di restoran.

Melihat potensi genjer tidak heran Irma mendapatkan untung yang berlimpah dari usahanya membudidaya genjer.

"Dua hari sekali panen, dapatnya 1 juta Rupiah. Dulu waktu bertani sawit satu bulan cuma dapat 1 juta," ungkapnya.

Jika ditotalkan perbulannya Irma memperoleh hasil dari usaha bertani genjer sekitar Rp15 Juta perbulan. Hal itu merupakan hasil dari 40 kolam yang dimilikinya.

Irma memutuskan bertani genjer karena lahan sawitnya yang tidak produktif. Hingga mengubahnya jadi sawah untuk menanam genjer.

Irma mengeluh dalam bertani sawit dia harus banyak melakukan perawatan hingga untung dan biaya yang dikeluarkannya tidak sebanding.

Irma pun pun melakukan perombakan, mengolah tanah sawit menjadi sawah yang kesemuanya ditanami genjer.

"Sekarang sudah punya 40 kolam. Isinya genjer semua," akunya dalam TikToknya yang disukai 13,4 K ini.

Irma mengungkapkan dari hasil bertani genjer ia telah berhasil membangun rumah dan membiayai anaknya yang pendidikan di Pondok Pesantren.

Kini Irma dan keluarga mengelola 40 kolam genjer. Untuk mempermudah, di lahan genjer dibuat bedengan yang masing 12x13.

Tiap kolam mendapatkan omset 1 juta Perbulan. Melihat banyaknya permintaan Irma semakin menambah lahan untuk membuat bedengan menanam genjer. Kini setidaknya telah bergaji Rp15 juta perbulan.

Sebelum memutuskan bertani genjer, harus dikuasai cara membudidaya genjer agar hasilnya layak untuk dijual.

Sama seperti sayuran lainnya, genjer juga harus ditanam dengan lahan dan perawatan yang sesuai.

Langkah pertama sipkan bibit. Untuk mendapatkan bibit yang baik dan berkualitas maka harus mencabut bibit dari perairan lain atau mencabut tanaman muda pada bagian akar dari tanaman genjer yang sudah tua.

Pemilihan tersebut harus teliti tanaman tidak boleh ada daun yang rusak dan terhindar dari cacat atau penyakit agar hasil yang di dapatkan maksimal.

Langkah ke dua, persiapkan lahan tanam. Jika penanaman genjer akan di lakukan di tanah gambut maka pengolahannya hampir sama dengan di sawah.

Sebelum ditanami lahan di bajak untuk menggemburkan tanah dengan memastikan ketinggian air minimal 10 hingga 15 cm.

Pemupukan dilakukan sehari sebelum penanaman apabila genjer di tanam di sawah agar bunga cepat tumbuh dan menghasilkan helaian daun yang seragam dan apabila di tanam di rawa atau lahan gambut tidak perlu pemupukan karena dalam tanah sudah terdapat pupuk tersendiri.

Langkah ke tiga adalah penanaman. Bibit yang sudah siap tanam di tanam di lahan tanam dengan cara menekan akar kedalan tanah menggunakan jempol tangan dengan jarak tanam antar genjer sekitar 10 hingga 15 cm.

Penanaman yang baik dilakukan pada sore hari ketika matahari telah redup sehingga mengurangi penguapan dan genjer tidak layu.

Langkah ke empat lakukan perawatan.Perawatan tanaman genjer sangatlah mudah hanya memberi pupuk kandang atau pupuk kompos setelah genjer berusia sekitar 20 hari dengan cara di tebar menyeluruh.

Pengaturan irigasi haruslah benar karena tanaman genjer menyukai tempat yang memiliki ketersediaan air yang cukup.

Lalu hal yang perlu dilakukan adalah penyiangan agar tanaman tidak terganggu dalam penyerapan zat hara oleh gulma.

Panen dilakukan saat genjer memasuki usia 2 hingga 3 bulan. Cara memanen adalah memetik bagian tangkai bunga dan bunganya atau mengambil bagian batang herba serta daunnya.

Pemanenan dapat dilakukan 3-4 hari setelah pemanenan sebelumnya. Agar usaha penjualan genjer sukses, cari penampung yang selalu mengambil kontinyu hingga Anda bisa memfokuskan diri untuk memaksimalkan genjer. (sit)

Editor : Redaksi
#genjer #budidaya #omset #jutaan #Bertani