Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gajian Dari Halaman Rumah, Inilah 13 Jenis Sayuran Yang Paling Laku Di Pasaran yang Layak Ditanam untuk Cepat Mendapat Penghasilan

Redaksi • Rabu, 10 September 2025 | 18:00 WIB

 

Sayuran yang dapat ditaman di halaman rumah (Facebook Hanz Garden).
Sayuran yang dapat ditaman di halaman rumah (Facebook Hanz Garden).

SUMUTPOS.JAWAPOS.COM - Bagi petani yang orientasinya menghasilkan uang dari hasil berkebun atau bertani maka perlu memikirkan sayuran atau tanaman apa yang lebih cepat menghasilkan uang.

Tanaman yang bisa dipanen dengan cepat otomatis akan lebih cepat menghasilkan uang sehingga hasilnya bisa langsung dijual.

Lalu sayuran mana sajalah yang paling laku dan dibutuhkan di pasar sehingga tanaman yang telah ditanam tidak sampai menua begitu saja di lahan.

Berikut adalah 11 jenis sayuran yang terbukti paling laku di pasar sehingga petani serasa mendapat gaji bulanan dari tanaman yang dibudidayakan dikutip dari berbagai sumber

1. Kangkung

Kangkung adalah jenis sayuran hijau yang cepat tumbuh dan dalam tempo 30 hari telah bisa dipanen.

Di pasar terdapat dua jenis kangkung yang umum dijual, yang pertama adalah kangkung dengan daun licin berbentuk mata panah.

Yang ke dua kangkung dengan daun sempit dan memanjang. Tumbuh dalam pola tiga daun menyirip.

Kangkung sangat populer di rumah tangga. Kini di restaurant seperti pecel lele dan ayam penyet kangkung menjadi sayuran yang kerap dipesan pelanggan.

2. Bayam

Di Indonesia bayam yang populer ada dua jenis, yaitu bayam merah dan bayam hijau. Bayam merah dikenal kaya antioksidan.

Sayuran bayam merupakan salah satu tanaman yang cocok ditanam di rumah. Hal ini dikarenakan proses penanaman dan pemeliharaannya yang tidak terlalu sulit.

Sebelum memulai menanam bayam, hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah benih bayam, media tanam yaitu tanah yang sudah diimpor pupuk baik pupuk kompos maupun kandang, pot/polybag dan air.

Jika peralatan yang dibutuhkan telah lengkap, maka tahap pertama yang dilakukan adalah penyemaian benih.

Proses penyemaian benih dilakukan dengan meletakkan benih bayam pada media tanam. Kemudian berikan jarak antara satu benih ke benih yang lainnya agar tidak berkecambah secara bergerombol.

Proses penyemaian ini berlangsung sekitar 1 bulan setelah benih berkecambah. Tahap berikutnya adalah memindahkannya ke media tanam dan pot yang lebih besar.

Tanaman bayam ini akan tumbuh pada lingkungan yang lembab sehingga kita perlu menjaga kelembaban dengan rutin menyiram tanaman bayam ini.

3. Terong

Di Indonesia populer dengan beberapa jenis terong yaitu terong ungu, terong hijau, terong bulat, terong putih, terong jepang.

Terong umumnya buahnya besar tapi ternyata bisa ditanam di media kecil seperti pot atau polybag. Satu polybag bisa untuk satu bibit yang telah disemai terlebih dahulu.

Setelah bibit dipindahkan dalam polybag, kita harus tancapkan tongkat kayu atau bambu sepanjang 5-10 cm untuk penyangga. Nantinya usahakan taruh pot ditempat yang sedikit teduh karena tanaman ini sensitif jika mendapat panas terlalu terik.

4.Kacang panjang

Kacang panjang termasuk jenis sayuran yang banyak peminatnya di pasar. Kacang panjang kerap digunakan bahan pecel, sayur asem, lalapan dan tauco.

Umur panen kacang panjang untuk konsumsi polong muda sekitar 45-55 hari. Dan sayuran ini cepat panen dan cepat menghasilkan uang.


5. Sawi

Menanam sawi relatif mudah, tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu pastikan tanaman harus berada di lahan terbuka. Jika daerah tanam cenderung dingin pastikan tanaman terkena sinar matahari langsung.

Sebaliknya jika daerah tanam panas, letakkan tanaman dibawah pepohonan rindang atau area yang memiliki atap.
Kemudian tanam benih ke tanah sedalam ½ inci dengan jarak 4 inci antar benih. Pastikan tanah tetap lembab merata dengan penyiraman ringan.

6. Cabai Rawit

Untuk menanam cabe rawit kita perlu ukuran pot minimum 5L. Sebenarnya cabe rawit bisa tumbuh di pot yang ukurannya lebih kecil tapi hasilnya tidak akan maksimal.

Kita bisa memilih pot plastik atau keramik yang memiliki lubang di bagian dasar. Untuk drainase, siram secukupnya 3x sehari atau setiap hari saat kemarau. Jika ditanam
pada tanah pekarangan, jarak antar bibit 7-10 cm.

7. Daun Bawang

Daun bawang bisa tumbuh subur walaupun ditanam di lahan yang sempit. Cara menanamnya pun tidak sulit yaitu 1 polybag bisa untuk menanam maksimal dua batang.
Menanamnya pun bisa dengan cara langsung dari
benihnya atau generatif atau menyepi.

Dari tanaman daun bawang yang sudah tumbuh atau disebut juga dengan vegetatif. Suhu ideal untuk pertumbuhan berkisar 19-24 derajat Celcius. Tapi daun bawang masih bisa tumbuh di dataran rendah yang bersuhu panas.

Tanaman ini tak membutuhkan kadar air yang banyak tetapi tidak boleh kekurangan karena dapat mengganggu
pertumbuhan.

8. Tomat

Seperti sayuran lainnya penanaman tomat dimulai dengan proses penyemaian benih. Benih tomat sebaiknya diletakkan pada media tanam tanah yang tidak terlalu
padat.

Media tanam yang bisa digunakan yaitu menggunakan campuran tanah arang sekam dan pupuk. Hal ini bertujuan untuk memperlancar aliran air pada tanah. Selain itu perhatikan lokasi penanaman tanaman tomat dan pastikan mendapatkan cukup cahaya matahari secara langsung.

Menanam tanaman sayuran tomat dapat menggunakan media pot atau polybag. Saat menanam tomat secara berjajar pastikan jarak tanamnya 5 cm. Hal ini dilakukan
agar tomat tumbuh tidak bergerombol dan berhimpitan dengan batang lain yang dapat mengganggu pertumbuhan.

9. Selada

Sebelum memulai menanam tanaman sayuran selada, ada beberapa proses yang perlu diperhatikan yaitu memilih bibit yang berkualitas, menyiapkan media pembibitan, proses penanaman, dan perawatan.

Bibit selada yang berkualitas bisa ditemukan di toko-toko tanaman dengan mudah. Selanjutnya untuk media pembibitan yaitu gunakan campuran sekam padi, pupuk kompos dan tanah yang gembur.

Setelah bibit selada berkecambah, pindahkan ke media
tanam yang lebih luas dengan tanah yang gembur yang sebelumnya telah didiamkan selama 2 hari. Proses selanjutnya adalah merawat sayuran selada dengan
menjaga media tanam tetap lembab.

10. Mentimun

Menanam tanaman sayuran mentimun dapat dilakukan di rumah dengan media tanam di pot. Prosesnya dimulai
dengan penyemaian benih mentimun di polybeg hingga tembus dan berdaun.

Setelah itu, kita bisa memindahkannya ke media tanam pada pot yang lebih besar dengan diameter lebar 40 cm.
Media tanam yang digunakan adalah percampuran antara tanah dan kompos dengan komposisi 50 : 50. Setelah penanaman selesai, kita bisa merawatnya dengan menyiramnya secara resmi.

11. Seledri

Seledri adalah jenis tanaman yang biasa tumbuh di musim semi dan gugur. Meskipun terkenal sebagai tanaman yangcukup rewel, tapi cara menanam seledri sangat gampang.

Cara budidaya seledri ini memang terkenal mudah apalagi kalau sudah tahu kebutuhannya dari mulai proses penanaman, perawatan hingga proses panen tanaman seledri cukup mudah dan tak merepotkan.

Menanam seledri juga tak perlu lahan yang luas karena kita bisa tanam seledri bahkan di pot kecil sekalipun.

12. Kentang

Kentang termasuk sayuran yang cukup laku di pasar. Oleh masyarakat kentang dijadikan bahan sup, juga sambal tumis dan kentang goreng sebagai cemilan.

Menanam kentang persiapkan lahan dengan tanah yang gembur dan subur. Kemudian siapkan bibit kentang yang bertunas. Tanam bibit kentang sedalam 8 cm dengan tunas ke atas. 80-120 hari kentang telah siap panen.

13. Wortel

Jika kamu tinggal di daerah dingin wortel juga cocok ditanam karena termasuk sayur yang laris dan selalu dicari di pasar.

Wortel panen bergantung varietasnya, secara umum dalam tempo 55 hingga 100 hari wortel telah siap panen. (sita)

Editor : Redaksi
#LAKU #tanaman #di pasar #sayuran