Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gempa Myanmar Tewaskan 1.664 Orang, Sejumlah Negara Internasional Turunkan Bantuan

Johan Panjaitan • Minggu, 30 Maret 2025 | 13:30 WIB

ROBOH: Sebuah bangunan roboh usai gempa berkekuatan  magnitudo 7,7 menguncang Myanmar
ROBOH: Sebuah bangunan roboh usai gempa berkekuatan magnitudo 7,7 menguncang Myanmar


SUMUTPOS.CO-Terbaru, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitude 7,7 di Myanmar pada Jumat (28/3) lalu, sebanyak 1.664 orang, dan 3.408 orang mengalami luka-luka.

Bantuan internasional dan upaya penyelamatan juga terus ditingkatkan seiring dengan proses pemulihan di Myanmar dan Thailand pascagempa tersebut.
Dikutip dari ANTARA, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan masih belum menerima informasi bahwa ada warga negara Indonesia (WNI) yang terdampak gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar dan Thailand itu.

Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok untuk mengetahui kondisi WNI yang ada di kedua negara Asia Tenggara itu.

“Berdasarkan komunikasi dengan komunitas Indonesia, hingga saat ini belum terdapat informasi adanya korban WNI, baik di Myanmar dan di Thailand,” kata Judha melalui pernyataan tertulisnya.

Dia mengatakan, bahwa KBRI Yangon tengah memantau dan berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas WNI untuk mengidentifikasi WNI yang kemungkinan terdampak gempa.

Menurut Judha, sejauh ini WNI yang berada di Mandalay, kota Myanmar yang terdampak cukup parah akibat gempa, telah melaporkan diri dalam kondisi baik.

Dia menambahkan bahwa total WNI yang saat ini tercatat di Myanmar ada sekitar 250 orang. Belum ada pula laporan adanya WNI di Thailand yang terdampak gempa, tutur Judha. Saat ini, jumlah WNI yang menetap di Thailand tercatat ada 2.379 orang.

Sementara itu, upaya penyelamatan dan pemulihan pascagempa terus ditingkatkan, baik di Myanmar maupun Thailand. Beberapa negara telah mengirimkan bantuan darurat:

1. China mengirim 37 tim penyelamat bersama 5 ton pasokan medis, termasuk tenda, selimut, dan perlengkapan darurat lainnya, melalui penerbangan China Eastern Airlines MU9003.

2. India mendistribusikan 15 ton bantuan, berisi tenda, kantong tidur, makanan siap saji, alat penyaring air, dan obat-obatan.

3.Rusia mengerahkan 120 tenaga ahli, termasuk dokter, psikolog, dan tim K9 (anjing pelacak), untuk membantu pencarian korban.

4. PBB mengalokasikan dana darurat $5 juta (Rp82,5 miliar) dan tengah mengevaluasi kebutuhan tambahan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#magnitudo #gempa #myanmar