Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Trump Minta Iran Batalkan Kepemilikan Senjata Nuklir

Johan Panjaitan • Rabu, 9 April 2025 | 07:15 WIB

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Mentri Israel Benyamin Netanyu
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Mentri Israel Benyamin Netanyu

WASHINGTON, SUMUTPS.CO-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan melakukan perundingan tingkat tinggi dengan Iran, terkait dengan program nuklir Iran di Oman pada Sabtu (12/4) mendatang.

Trump menyatakan bahwa harus ada kesepakatan setelah pembicaraan dua negara ini. ”Saya kira jika perundingan tidak berhasil, maka Iran akan berada dalam bahaya besar. Mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir,” kata Trump saat bertemu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Gedung Putih pada Senin (7/4) lalu seperti dilansir dari AFP dikutip dari Jawa Pos.

Netanyahu yang memandang Iran sebagai ancaman eksistensial menganggap negara Persia itu mempercepat program nuklir mereka dan semakin dekat untuk membangun bom. Tetapi, Iran secara konsisten membantah niat membangun senjata nuklir dan menegaskan program nuklirnya hanya untuk tujuan sipil semata.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan lewat media sosial bahwa perundingan dengan AS akan dilakukan secara tidak langsung. Menurut The Guardian, Araghchi akan bertemu dengan utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.

Iran dan AS tidak lagi memiliki hubungan diplomatik sejak 1980. Relasi mereka putus setelah para revolusioner menyerbu Kedutaan Besar AS di Teheran dan menyandera 53 diplomat selama 444 hari.

Dalam periode pertama menjabat presiden, Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir Iran (JCPOA) pada 2018. Keputusan ini menuai kecaman internasional dan memperburuk hubungan kedua negara. Perundingan Sabtu mendatang diharapkan jadi titik awal untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Kesepakatan Baru Israel-AS di Gaza
Di sisi lain, pada konferensi pers setelah pertemuan AS dan Israel, Netanyahu menyatakan bahwa kedua negara menyusun kesepakatan baru untuk membebaskan sandera di Gaza. Gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi AS telah runtuh, dan pertempuran kembali pecah.
”Kami sedang menggodok kesepakatan lain dan berkomitmen membebaskan semua sandera,” kata Netanyahu.

Pada kesempatan itu, Trump kembali menyuarakan rencananya menguasa Jalur Gaza. Ide ini pertama kali dia lontarkan saat Netanyahu berkunjung pada Februari lalu. (lyn/dns/jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#donald trump #israel #nuklir #iran