SUMUTPOS.CO- Pangeran William memutuskan bekerja sama dengan firma hukum ternama, Mishcon de Reya sebagai penasehat hukumnya.
Firma hukum ini dalam riwayatnya pernah menangani proses perceraian mendiang ibunya, Putri Diana dan Raja Charles III pada 1996.
Mishcon de Reya merupakan sebuah firma hukum kenamaan yang berbasis di London, Inggris. Mengutip laman resminya, firma ini didirikan pada 1937 oleh Victor Mishcon. Pada sejarahnya, Mishcon de Reya berawal dari sebuah firma kecil di London.
Namun, seiring waktu prospeknya terus berkembang dan mendapat banyak klien-klien dari kalangan elit.
Mishcon de Reya dikenal memiliki spesialisasi dalam berbagai bidang, termasuk hukum keluarga, litigasi, kekayaan intelektual, dan hukum komersial.
Kliennya pun tak main-main karena banyak berasal dari kalangan selebritas, tokoh publik hingga keluarga bangsawan. Nama Mishcon de Reya bukan sekadar simbol prestise, tapi juga pengalaman.
Firma ini dikenal dengan pendekatannya yang strategis dan penuh perhitungan, sehingga dipercaya untuk menangani berbagai perkara sensitif yang menyita perhatian media dan publik.
Pada dekade 1990-an, Mishcon de Reya menarik perhatian internasional, terutama setelah menangani perceraian Putri Diana dari Pangeran Charles. Mereka sukses mengelola perceraian yang penuh tekanan media dan politik dengan hasil yang dinilai adil oleh banyak pihak.
Pengalaman tersebut menjadikan Mishcon de Reya sebagai salah satu firma paling dicari untuk kasus-kasus serupa. Sejak itu, firma ini semakin identik dengan kasus-kasus bernilai tinggi dan berisiko tinggi yang melibatkan tokoh-tokoh terkenal dari berbagai sektor.
Langkah William untuk mengganti tim hukumnya ini menandai pergeseran besar dari sebelumnya, di mana ia menggunakan jasa Harbottle & Lewis, firma yang erat dengan ayahnya, Raja Charles III.
Firma itu bahkan dikenal luas sebagai penasihat hukum utama keluarga kerajaan selama puluhan tahun. Namun, menurut sumber dekat keluarga kerajaan, keputusan calon Raja Inggris tersebut tidak berkaitan dengan masalah rumah tangganya. Sebaliknya, ini merupakan wujud keinginannya untuk membangun identitas dan jalannya sendiri, terpisah dari bayang-bayang sang ayah.
"William ingin mandiri. Ia tidak ingin terus bergantung pada pengacara yang juga bekerja untuk ayahnya. Dia ingin menunjukkan bahwa dirinya berbeda," kata seorang sumber kepada jurnalis Richard Eden dilansir dari Hola!, Senin (7/4/2025). "William memang ingin menjalani segalanya dengan cara yang berbeda dari Charles. Dia ingin menciptakan pendekatan yang mencerminkan kepribadiannya sendiri," tambahnya. Langkah ini semakin mempertegas pernyataan pangeran 42 tahun tersebut sebelumnya yang diungkap saat wawancara bersama BBC pada November 2024. Dalam kesempatan itu, pewaris takhta pertama Kerajaan Inggris ini mengatakan bahwa ia ingin lebih simpel.
"Apa yang ingin saya lakukan adalah menjalankannya dengan cara berbeda, dengan pendekatan yang lebih kecil pada simbol 'royal' dan lebih besar pada makna serta dampak sosialnya," ujar William. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe