Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Putin Ingin Gencatan Senjata Tiga Hari

Johan Panjaitan • Rabu, 30 April 2025 | 21:30 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin.


MOSKOW– Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menyatakan gencatan senjata dengan Ukraina. Putin memilih tanggal 8 sampai 10 Mei untuk libur perang dalam rangka peringatan 80 tahun hari kemenangan Perang Dunia (PD) II.

Sebelumnya, Putin mengumumkan gencatan senjata selama 36 jam dalam perayaan Paskah dua pekan lalu.

Seperti dilansir AFP kemarin (29/4), pemerintah Rusia menyatakan bahwa semua operasi tempur akan dihentikan selama periode tersebut atas dasar kemanusiaan dan peringatan sejarah.

Direspons Negatif Ukraina
Namun, pemerintah Ukraina mengecam langkah tersebut sebagai bentuk manipulasi. Presiden Volodymyr Zelensky menilai penghentian tembak-menembak seharusnya dilakukan segera dan bukan menunggu tanggal simbolis. ”Sekarang ada upaya manipulasi baru. Untuk beberapa alasan, semua orang harus menunggu hingga 8 Mei,” kata Zelensky.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andriy Sybiga juga menyuarakan kritik keras melalui media sosial. “Jika Rusia benar-benar menginginkan perdamaian, mereka harus segera menghentikan tembakan. Mengapa harus menunggu hingga 8 Mei?” tulisnya di media sosial X.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keinginannya untuk melihat perang berakhir. Di sisi lain, dia mengaku semakin frustrasi terhadap kedua belah pihak. Trump mempertanyakan keseriusan Putin usai bertemu Zelensky.

”Tidak ada alasan bagi Putin untuk menembakkan rudal ke wilayah sipil selama beberapa hari terakhir. Itu membuat saya berpikir bahwa mungkin dia tidak ingin menghentikan perang,” kata Trump kepada Associated Press.

Gedung Putih juga mengungkapkan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio telah berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Mereka membicarakan langkah perdamaian. “Ini akan menjadi pekan yang sangat kritis,” kata Rubio.

Rusia Siap Negosiasi dengan Catatan
Di sisi lain, Rusia menyatakan kesiapan untuk bernegosiasi, tetapi tetap bersikeras bahwa pengakuan atas wilayah-wilayah yang telah dianeksasi. Dalam hal ini termasuk Krimea.
”Bola bukan milik kami. Sejauh ini, Kiev belum menunjukkan kemampuannya untuk bernegosiasi,” kata Lavrov.

Dari Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan bahwa negara-negara Barat akan meningkatkan tekanan terhadap Rusia dalam dua pekan ke depan. Dia juga menyatakan telah meminta Trump untuk bersikap lebih keras terhadap Putin. (lyn/dns)

Editor : Johan Panjaitan
#Ukrania #Perang Dunia 2 #putin #gencatan senjata