Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Iran Umumkan Gencatan Senjata dengan Israel dan Sekutunya

Juli Rambe • Selasa, 24 Juni 2025 | 19:10 WIB
Ilistrasi bendera Iran.
Ilistrasi bendera Iran.

 

SUMUTPOS.CO- Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengeluarkan pernyataan tentang "keputusan nasional untuk memberlakukan penghentian perang terhadap musuh Zionis dan para pendukungnya yang keji". 

“Angkatan bersenjata Iran menyampaikan tanggapan yang memalukan dan patut dicontoh terhadap kekejaman musuh," tegas pernyataan otoritas Iran. 

Pengumuman ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.

Iran menambahkan hal itu berpuncak pada serangan terhadap pangkalan AS di Qatar tadi malam dan serangan rudal fajar terhadap Israel. Dewan tersebut mengatakan, 

“Teheran menanggapi serangan terhadap wilayahnya secara proporsional dan tepat waktu, dan memaksa musuh untuk menyesal dan menerima kekalahan serta penghentian agresi secara sepihak."

"Angkatan bersenjata Republik Islam Iran, tanpa mempercayai kata-kata musuh dan dengan tangan di pelatuk, siap untuk memberikan tanggapan yang tegas dan menghalangi terhadap setiap tindakan pelanggaran oleh musuh," tegas Dewan Iran itu. 

Staf umum angkatan bersenjata Iran telah membantah klaim Israel bahwa Teheran meluncurkan rudal ke Israel selama beberapa jam terakhir dalam pernyataan singkat yang disiarkan media pemerintah.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Israel mengatakan akan menyerang "di jantung Teheran" setelah menuduh Iran melanggar gencatan senjata yang diumumkan Trump. Iran menolak klaim Israel bahwa mereka menembakkan rudal ke Israel setelah menyetujui gencatan senjata, menurut penyiar IRIB dan kantor berita ISNA. Laporan tersebut muncul ketika Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menuduh Iran melanggar gencatan senjata dan memerintahkan "serangan hebat" terhadap Teheran.

Sebelumnya, media Israel melaporkan militer mencegat dua rudal balistik yang diluncurkan dari Iran. 

Mohammad Eslami, kepala Organisasi Energi Atom Iran, mengatakan negara itu sedang mengevaluasi kerusakan yang ditimbulkan pada program nuklirnya dan berencana merehabilitasinya. 

"Kami telah mengambil tindakan yang diperlukan dan saat ini sedang menilai area yang rusak," ungkap Eslami dalam pernyataan yang disiarkan berita Mehr Iran.

"Persiapan untuk pemulihan telah diantisipasi, dan rencana kami adalah untuk mencegah gangguan apa pun dalam produksi atau layanan," papar dia. 

Militer Israel telah memperingatkan "bahaya masih ada" meskipun pemerintah sebelumnya mengumumkan telah menyetujui gencatan senjata dengan Iran pada hari ke-12 perang antara kedua musuh.

"Kepala staf menginstruksikan seluruh angkatan darat menjaga tingkat kewaspadaan dan kesiapan yang tinggi untuk tanggapan yang kuat terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata," ujar juru bicara angkatan darat Israel Brigadir Brigadir Jenderal Effie Defrin dalam konferensi pers yang disiarkan televisi. (bbs/ram)

Editor : Juli Rambe