Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hamas Siap Berunding, Israel Masih Serang Gaza

Johan Panjaitan • Senin, 7 Juli 2025 | 08:55 WIB


OMAR AL-QATTA/AFP RATA DENGAN TANAH: Seorang wanita Palestina duduk di tengah kehancuran bangunan sekolah di kawasan Al-Tuffah, timur laut Gaza, imbas serangan Israel kemarin (4/4).
OMAR AL-QATTA/AFP RATA DENGAN TANAH: Seorang wanita Palestina duduk di tengah kehancuran bangunan sekolah di kawasan Al-Tuffah, timur laut Gaza, imbas serangan Israel kemarin (4/4).

GAZA, Sumutpos.jawapos.com- Israel masih terus menyerang Gaza. Meskipun Hamas, kelompok pejuang Palestina, bersedia berunding untuk membahas proposal gencatan senjata terbaru yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Proposal tersebut mencakup penghentian konflik selama 60 hari di wilayah yang telah dilanda perang selama hampir dua tahun.

Dilansir Al Jazeera, ledakan dan bombardir udara kembali mengguncang Gaza pada Jumat lalu (4/7). Serangan itu menewaskan sedikitnya 15 warga sipil. Sementara itu, berdasarkan laporan rumah sakit di wilayah tersebut, 20 warga tewas saat berupaya mendapatkan bantuan kemanusiaan.


AFP juga melaporkan, sedikitnya 32 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan yang terjadi Sabtu lalu (6/7) di seluruh wilayah konflik. Juru Bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmud Bassal, menyampaikan bahwa di antara korban tewas terdapat delapan orang yang gugur dalam dua serangan terpisah yang menyasar sekolah-sekolah di Kota Gaza.

Fasilitas pendidikan itu telah menjadi tempat perlindungan bagi warga sipil yang kehilangan tempat tinggal sejak perang pecah pada Oktober 2023. Bassal juga melaporkan bahwa delapan warga sipil lainnya tewas akibat tembakan yang dilepaskan oleh pasukan Israel di dekat pusat distribusi bantuan kemanusiaan di wilayah Gaza bagian selatan.

Sementara itu, ketika dimintai tanggapan oleh kantor berita AFP, pihak militer Israel menyatakan tidak dapat memberikan komentar terkait serangan tertentu tanpa informasi koordinat yang lebih spesifik. Seorang pejabat Israel menyatakan bahwa belum ada keputusan resmi yang diambil pemerintah terkait tanggapan positif dari Hamas atas proposal tersebut.

Data dari Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB menyebutkan, dalam satu bulan terakhir, setidaknya 613 warga Palestina tewas saat berusaha mengakses distribusi bantuan.

Mayoritas dari mereka tewas di dekat titik distribusi makanan yang dijalankan organisasi bantuan asal AS, dengan dukungan dari Israel. Sisanya tewas saat menunggu suplai dari PBB atau lembaga internasional lainnya. (agf/gas/jpg)

Editor : Johan Panjaitan
#gaza #konflik #israel #gencatan senjata #as