Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Israel Akhirnya Mengaku Situs Militer Dibombardir Iran

Juli Rambe • Kamis, 10 Juli 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi perang Israel vs Iran.
Ilustrasi perang Israel vs Iran.

 

SUMUTPOS.CO- Militer Israel akhirnya mengakui, serangan udara Iran bulan lalu benar-benar mengenai sejumlah situs militer mereka. 

Ini jadi pengakuan publik pertama dari Tel Aviv soal betapa seriusnya serangan balasan Iran di tengah perang yang sempat membakar kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan terbatas yang disampaikan ke Reuters, dengan syarat anonim karena alasan aturan militer, seorang pejabat senior militer Israel menyebut hanya "sangat sedikit" situs militer yang kena, dan semuanya disebut masih operasional. 

Tapi ketika ditanya lebih jauh soal lokasi pastinya atau seberapa parah kerusakannya? Ia memilih mengunci mulut.

Menariknya, pengakuan ini muncul hanya beberapa hari setelah The Telegraph melaporkan bahwa lima pangkalan IDF dihantam enam rudal balistik Iran. Data itu bukan asal tebak, tapi bersumber dari radar milik Oregon State University yang memang memantau zona perang dari luar angkasa.

Seperti biasa, sensor militer Israel langsung pasang badan. Lokasi pasti dan detail dampaknya dirahasiakan ketat, takut bocor ke musuh-musuh mereka yang bisa memanfaatkannya buat menyempurnakan target di masa depan.

Sebagai latar belakang, Iran waktu itu membalas gempuran Israel ke dalam negeri mereka dengan hujan api: lebih dari 500 rudal balistik dan 1.100 drone dikirim ke wilayah Israel. 

Aksi tersey merupakan reaksi atas serangkaian serangan Israel yang sebelumnya menyasar jantung kekuatan Iran, dari ilmuwan nuklir, situs pengayaan uranium, sampai markas program rudal balistik.

Hasilnya, 36 rudal Iran dan satu drone menghantam wilayah sipil Israel, menewaskan 28 orang dan melukai lebih dari 3.000 lainnya. Serangan itu juga merusak ribuan rumah, dua kampus, dan satu rumah sakit. 

Sekitar 13.000 warga Israel terpaksa mengungsi. Di pihak Iran, serangan Israel disebut menewaskan sekitar 1.000 orang, termasuk warga sipil dan militer.

Setelah saling hantam habis-habisan, Israel dan Iran akhirnya sepakat gencatan senjata yang didorong Amerika Serikat pada 24 Juni. Sebelumnya, AS sempat ikut turun tangan langsung dengan menggempur fasilitas nuklir Iran demi mendesak mereka ke meja perundingan.

Di Washington, Presiden Donald Trump terlihat optimis. Dalam jamuan makan bersama PM Benjamin Netanyahu, ia bilang siap buka babak baru perundingan nuklir. 

Tapi dengan gaya khasnya, Trump juga kasih ancaman halus: “Kalau mereka nggak mau damai, kita siap, dan mampu. Tapi saya rasa nggak sampai segitunya.

Dari pihak Iran, Menlu Abbas Araghchi membalas dengan nada hati-hati. Di Financial Times, ia bilang Iran masih terbuka buat diplomasi, tapi mulai ragu dengan niat baik AS. 

Katanya, “Ada sinyal mereka ingin kembali ke negosiasi, tapi kami punya alasan kuat buat meragukannya.” (jpc/ram)

Editor : Juli Rambe