NEW YORK, Sumutpos.jawapos.com-Mike Bezos, ayah dari pendiri Amazon Jeff Bezos, melakukan restrukturisasi besar atas pengelolaan kekayaan keluarganya yang mencapai sekitar USD 40 miliar atau Rp 664 triliun. Mike menunjuk Valeria Alberola sebagai direktur utama untuk memimpin kantor pengelola kekayaan keluarga yang bernama Aurora Borealis.
Alberola, yang sebelumnya bekerja di kantor keluarga pewaris Walmart, Ben dan Lucy Ana Walton, kini dipercaya mengatur kekayaan Bezos senior dari Miami. Penunjukan ini, menurut Wall Street Journal, sudah dirancang sejak sebelum wafatnya Jacklyn Bezos pada Agustus lalu.
Jacklyn, istri Mike, dikenal sebagai sosok yang ikut menggagas berdirinya Aurora Borealis pada 2020 sekaligus pendorong utama transisi pengelolaan kekayaan lintas generasi.
Fenomena kantor pengelola kekayaan keluarga seperti Aurora Borealis kini menjadi tren global. Laporan Deloitte mencatat terdapat 8.030 kantor keluarga tunggal pada 2024, meningkat 31 persen dibanding 2019. Jumlah itu diprediksi melonjak hingga 10.720 pada 2030, seiring gelombang transfer kekayaan besar-besaran dari generasi baby boomer kepada ahli waris.
Pengatur Portofolio Keluarga
Melansir dari The Independent, Aurora Borealis kini juga mencari seorang direktur investasi yang akan bertugas mengatur portofolio keluarga. Posisi itu memegang peran penting dalam menentukan strategi investasi mulai dari saham, aset alternatif, hingga pengelolaan yayasan dan dana amal keluarga Bezos.
Baca Juga: Korpri Usulkan Kembali Sistem Gaji Tunggal Bagi ASN
Aurora Borealis bukan sekadar wadah administrasi harta, tetapi cermin ambisi Mike memperluas pengaruh di luar Amazon. Dokumen internal yang diperoleh media menunjukkan ekspansi ini sekaligus memperkuat peran generasi kedua dan ketiga keluarga Bezos dalam merancang masa depan finansial mereka.
Peran Vital Orang Tua
Sementara Jeff dengan kekayaan pribadi USD 243 miliar atau Rp 4.039 triliun kerap menyinggung peran vital kedua orang tuanya dalam perjalanan kariernya. ”Ketika Anda memiliki orang-orang yang penuh kasih dan mendukung dalam hidup Anda, maka Anda akan mampu mengambil risiko,” tutur pemilik The Washington Post tersebut.
Risiko itu nyata sejak awal. Pada 1995, Mike dan Jacklyn menginvestasikan USD 250 ribu atau Rp 4,15 miliar untuk Amazon, meski Jeff sudah memperingatkan dana itu bisa hilang sepenuhnya. Namun keputusan tersebut terbukti menjadi fondasi lahirnya salah satu perusahaan terbesar dunia.(jpg/han)