SUMUT POS- Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi mengeluarkan imbauan untuk para Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan atau sedang berada di India dan Pakista.
Imbauan tersebut karena India dan Pakistan diguncang ledakan dalam dua hari terakhir hingga menewaskan total korban 25 orang. Situasi di kedua negara itu memang sedang 'panas'. Tensi tinggi membuat militer kedua negara siaga buat perang.
Dilihat dari akun resmi Instagram @indonesiainnewdelhi, Rabu (12/11/2025), total ada 7 poin yang diimbau oleh KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai kepada para WNI:
1. Meningkatkan kewaspadaan, tidak panik, menghindari kerumunan, dan selalu mengikuti prosedur keselamatan yang ditetapkan oleh otoritas Pemerintah India
2. Mengikuti perkembangan situasi keamanan dari media, menjaga komunikasi antar WNI melalui Whatsapp Group WNI dan PPI serta memonitor media sosial KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai
3. Menghindari bepergian ke wilayah-wilayah yang rawan keamanan
4. Menghubungi Hotline KBRI New Delhi: +91 76696 00082 dan Hotline KJRI Mumbai: +91 81081 76781 setiap saat apabila mengalami kejadian darurat yang membutuhkan penanganan segera dari KBRI atau KJRI.
5. Bagi yang bertempat tinggal di India, melakukan Lapor Diri melalui situs Peduli WNI https://peduliwni.kemlu.go.id/beranda.html
6. Bagi yang berkunjung ke India untuk jangka waktu tertentu, mengunduh aplikasi Safe Travel pada ponsel, dan mengisi data diri
7. Fitur Tombol Darurat pada aplikasi Safe Travel dapat digunakan pada keadaan darurat, KBRI New Delhi dan KJRI Mumbai dapat segera mengidentifikasi lokasi Anda untuk memberikan bantuan.
Seperti diketahui, bom mobil meledak di dekat Benteng Merah (Red Fort) New Delhi pada Senin (10/11) sore. Imbas kejadian ini, enam kendaraan dan tiga bajaj terbakar.
Selain itu, sebanyak 13 orang tewas dan lebih dari 30 orang dilaporkan terluka dalam insiden ini. Keesokan harinya, ledakan terjadi di luar pengadilan Islamabad, Pakistan dan menewaskan 12 orang dan 30 lainnya terluka.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyalahkan India atas serangan bom bunuh diri yang terjadi di luar gedung pengadilan Islamabad dan di kampus di Wana.
Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal membantah tuduhan Pakistan. Dia menyebut pernyataan Sharif tak berdasar.
"India dengan tegas menolak tuduhan tak berdasar yang dibuat pemimpin Pakistan yang jelas-jelas mengigau," kata Jaiswal, dikutip NDTV. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe