Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Malaysia Izinkan Warga Miskin Menambang Emas Mandiri, Netizen Indonesia Ikut Heboh

Redaksi • Sabtu, 10 Januari 2026 | 19:31 WIB
Ilustrasi penambang emas tradisional. (Instagram @tatiyuliana_ )
Ilustrasi penambang emas tradisional. (Instagram @tatiyuliana_ )

sumutpos.jawapos.com - Lonjakan harga emas dunia tak hanya memengaruhi investor dan pasar keuangan, tetapi juga memicu kebijakan unik di tingkat lokal. Dari Kelantan, salah satu negara bagian di Malaysia, muncul kebijakan yang belakangan ramai diperbincangkan warganet Indonesia: masyarakat miskin diperbolehkan menambang emas secara mandiri.

Kebijakan ini viral setelah diangkat sejumlah akun media sosial, termasuk Instagram @lambegosiip, dilansir Sabtu (10/1/2026).

Pemerintah daerah Kelantan membuka peluang bagi warga berpenghasilan rendah untuk melakukan penambangan emas skala kecil dengan metode tradisional. Aktivitas ini dilakukan secara manual, tanpa alat berat, dan hanya di area yang telah ditentukan pemerintah.

Langkah tersebut diposisikan sebagai alternatif sumber penghasilan di tengah tekanan ekonomi dan meningkatnya biaya hidup. Mayoritas masyarakat Kelantan selama ini bergantung pada sektor pertanian, buruh harian, dan pekerjaan informal dengan pendapatan yang tidak menentu.

Alih-alih mengandalkan bantuan sosial semata, kebijakan ini memberi ruang bagi warga untuk memanfaatkan potensi alam di wilayah mereka sendiri.

Pemerintah setempat menegaskan bahwa penambangan ini bukan eksploitasi besar-besaran. Izin diberikan secara selektif, dengan prioritas bagi warga yang benar-benar membutuhkan.

Zona tambang telah ditentukan agar tidak merusak kawasan pemukiman atau area sensitif. Aspek keselamatan dan lingkungan menjadi syarat utama, serta aktivitas penambangan akan berada di bawah pengawasan otoritas terkait.

Secara geografis, Kelantan berada di jalur sabuk emas Semenanjung Malaysia. Sejumlah studi geologi telah lama mengidentifikasi potensi emas di wilayah pedalaman negara bagian tersebut.

Fakta ini membuat kebijakan tambang rakyat dinilai bukan langkah spekulatif, melainkan upaya membuka akses masyarakat lokal terhadap sumber daya alam yang selama ini kurang mereka nikmati.

Unggahan terkait kebijakan ini di Instagram @lambegosiip langsung dibanjiri komentar netizen Indonesia. Banyak yang membandingkannya dengan kondisi di Tanah Air.

Beberapa komentar bernada kagum dan berharap kebijakan serupa bisa diterapkan di Indonesia.

“Di sana rakyat miskin dikasih akses tambang, di sini nambang dikit langsung dibilang ilegal,” tulis seorang netizen.

“Kalau dikelola dan diawasi, ini sebenarnya solusi ekonomi rakyat kecil,” komentar akun lainnya.

Namun, tidak sedikit pula yang mengingatkan soal risiko lingkungan dan keselamatan.

“Kalau nggak ketat, nanti malah rusak alamnya. Tambang rakyat tetap berisiko,” tulis netizen lain.

“Bagus idenya, tapi pengawasan itu kuncinya. Jangan sampai rakyat kecil jadi korban,” timpal komentar berikutnya.

Diskusi pun berkembang menjadi perbandingan kebijakan pengelolaan sumber daya alam antara Malaysia dan Indonesia.

Meski membuka peluang ekonomi baru, kebijakan ini tetap menyimpan tantangan. Risiko kerusakan lingkungan, konflik lahan, serta keselamatan penambang menjadi perhatian utama.

Pemerintah Kelantan menyatakan kebijakan ini bersifat terbatas dan akan dievaluasi secara berkala. Jika dampak negatif lebih besar daripada manfaatnya, aturan dapat diperketat atau dihentikan.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas kembali menunjukkan peran klasiknya sebagai aset bernilai tinggi. Namun bagi sebagian warga Kelantan, emas bukan soal investasi atau tabungan jangka panjang.

Emas menjadi cara bertahan hidup, sumber penghasilan alternatif agar dapur tetap mengepul. (lin)

Editor : Redaksi
#Tambang Emas #harga emas #Tambang Rakyat #ekonomi kerakyatan #malaysia