SUMUT POS- Bos Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) Nemesio Oseguera, tewas ditembak oleh tentara Meksiko.
Oseguera, pria dijuluki 'El Mencho' itu dianggap sebagai gembong narkoba terakhir yang bertindak dengan gaya yang mencolok dan brutal seperti Joaquin 'El Chapo' Guzman dan Ismael 'El Mayo' Zambada yang kini dipenjara.
Oseguera lahir di Aguililla, sebuah kota di negara bagian Michoacan, Meksiko barat. Wilayah ini pintu gerbang menuju wilayah pegunungan yang keras tempat perkebunan ganja ilegal berkembang pesat di masa kecilnya.
Saat masih muda, Oseguera beremigrasi ke Amerika Serikat. Di AS dia ditangkap, dipenjara, dan dideportasi karena perdagangan heroin.
Setelah kembali ke Meksiko, ia bergabung dengan kartel kriminal Milenio. Pertikaian internal kemudian memaksanya keluar dari Michoacan, karena satu faksi bersekutu dengan Los Zetas, sebuah kelompok yang didirikan oleh mantan tentara elit yang menebar teror di seluruh wilayah tersebut.
Pada tahun 2009, bersama kartel Sinaloa, ia membentuk Matazetas (Pembunuh Zeta). Kartel ini terkenal dua tahun kemudian setelah membunuh puluhan orang yang terkait dengan kelompok tersebut.
Setelah usahanya berhasil, Oseguera kemudian memisahkan diri untuk mendirikan CJNG. Setelah ekstradisi Guzman dan Zambada ke Amerika Serikat, ia mengubah kartelnya menjadi yang paling kuat di Meksiko.
Kelompok ini memiliki jaringan pembunuh bayaran yang luas, bahkan membuat senjata sendiri. Kelompok ini berekspansi ke beberapa negara bagian Meksiko.
Tahun lalu, Departemen Luar Negeri AS menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris. AS menuduh CJNG melakukan perdagangan fentanyl ilegal dan perdagangan migran, pemerasan, pencurian minyak dan mineral, serta perdagangan senjata.
Jose Reveles, seorang penulis yang mengkhususkan diri dalam perdagangan narkoba, mengatakan kepada AFP bahwa Oseguera memiliki 'sifat kekerasan' dan tidak ragu untuk menantang semua tingkatan pemerintahan, tidak seperti kartel lain yang cenderung menggunakan kekerasan secara defensif.
Pada tahun 2020, Oseguera memerintahkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Kepala Kepolisian Mexiko City saat itu, Omar Garcia Harfuch, melukainya dan menewaskan tiga orang lainnya. Garcia Harfuch sekarang menjabat sebagai kepala keamanan publik negara tersebut.
Pada tahun 2015, selama gelombang teror di Jalisco, anggota CJNG menyergap anggota gendarmerie nasional dan konvoi polisi negara bagian di jalan raya, menggunakan senjata RPG untuk menembak jatuh helikopter militer.
Puluhan orang tewas pada serangan itu, termasuk 20 petugas polisi dan sembilan tentara.
Dilansir AFP, Senin (23/2/2026), Oseguera yang berusia 59 tahun itu terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa, di negara bagian Jalisco pada Minggu (22/2) waktu setempat. Dia meninggal saat diterbangkan ke Mexico City. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe