Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Maskapai Dunia Panik! Penerbangan Dibatalkan, Ratusan Penumpang Terlantar

Johan Panjaitan • Minggu, 1 Maret 2026 | 16:00 WIB

Akibat dampak esklasi perang. sejumlah penerbangan di Timur Tengah menunda penerbangan yang salah satunya maskapai Fly Dubai. (aviationa2z)
Akibat dampak esklasi perang. sejumlah penerbangan di Timur Tengah menunda penerbangan yang salah satunya maskapai Fly Dubai. (aviationa2z)

Sumutpos.jawapos.com-Ketegangan perang di Timur Tengah langsung mengguncang dunia penerbangan. Maskapai internasional ramai-ramai membatalkan penerbangan setelah sejumlah negara menutup wilayah udara mereka karena situasi keamanan yang semakin berbahaya.

Negara-negara seperti Israel, Iran, Irak, Yordania, hingga Uni Emirat Arab memutuskan menutup ruang udara mereka. Langkah darurat ini membuat rute penerbangan internasional langsung kacau.

Maskapai asal Dubai, flydubai, mengakui sejumlah penerbangan mereka terdampak setelah penutupan wilayah udara pada 28 Februari. Sementara itu, data dari Flightradar24 menunjukkan pesawat komersial kini memutar jauh dari kawasan konflik demi menghindari risiko serangan.

Situasi makin dramatis ketika sejumlah pesawat yang sudah terbang terpaksa berbalik arah. Beberapa penerbangan milik Qatar Airways yang lepas landas pada Sabtu pagi dipaksa kembali ke wilayah udara Qatar karena kondisi keamanan dianggap tidak memungkinkan.

Gelombang pembatalan pun meluas. Maskapai besar seperti Lufthansa, Air France, Iberia, dan Wizz Air ikut menunda atau menghentikan penerbangan ke Timur Tengah.

Di sisi lain, otoritas penerbangan Kuwait langsung menghentikan semua penerbangan menuju Iran. Maskapai nasional Oman Air juga menangguhkan seluruh penerbangan ke Baghdad.

Maskapai Inggris Virgin Atlantic bahkan membatalkan penerbangan VS400 dari London Heathrow Airport menuju Dubai. Mereka juga memperingatkan rute ke Maladewa, India, dan Arab Saudi bisa memakan waktu lebih lama karena pesawat harus memutar jauh dari zona konflik.

Menurut laporan Deutsche Welle, British Airways juga membatalkan penerbangan menuju Tel Aviv dan Bahrain hingga Rabu mendatang, serta menghentikan rute ke Amman.

Salah satu insiden paling dramatis terjadi pada penerbangan BA123 dari Heathrow menuju Doha. Pesawat yang semula berangkat tepat waktu pukul 20.00 tiba-tiba diperintahkan kembali ke London setelah menempuh sekitar sepertiga perjalanan.

Akibatnya, lebih dari 200 penumpang yang semula berharap tiba di Timur Tengah harus kembali mendarat di Heathrow beberapa jam kemudian.

Gelombang pembatalan ini menjadi bukti bahwa perang tidak hanya mengguncang medan tempur, tetapi juga langsung melumpuhkan jalur udara internasional. Dunia penerbangan kini bersiaga penuh, sementara jutaan penumpang menghadapi ketidakpastian perjalanan di tengah memanasnya konflik global.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#udara #konflik #timur tengah #maskapai #penerbangan