sumutpos.jawapos.com - Pemerintah Malaysia memutuskan untuk tidak menggelar acara open house Hari Raya Idul fitri di tingkat pemerintah pusat tahun ini. Kebijakan tersebut diumumkan oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim sebagai bagian dari langkah penghematan belanja negara.
Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (12/3/2026), media setempat melaporkan bahwa selain meniadakan acara open house, pemerintah juga akan mengurangi perjalanan dinas luar negeri bagi para pejabat negara. Kebijakan ini tidak hanya berlaku bagi kementerian, tetapi juga lembaga pemerintah serta perusahaan milik negara yang dikenal sebagai Government-Linked Companies (GLCs) dan Government-Linked Investment Companies (GLICs).
Menurut Anwar, keputusan tersebut diambil sebagai upaya untuk lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran publik di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. Ketidakpastian ekonomi dunia, konflik geopolitik, serta potensi tekanan terhadap perekonomian nasional menjadi alasan utama pemerintah mengambil langkah penghematan.
Meski melakukan penyesuaian anggaran, pemerintah Malaysia memastikan sejumlah program penting tetap dipertahankan, salah satunya subsidi bahan bakar RON95 bagi masyarakat. Anwar juga menyebut pasokan bahan bakar nasional masih cukup untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan.
Kebijakan pemerintah Malaysia ini turut ramai dibahas oleh warganet Indonesia di media sosial. Banyak yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk kedisiplinan anggaran pemerintah.
“Kalau memang untuk penghematan negara, menurutku langkahnya cukup berani. Jarang ada pemerintah yang mau memangkas acara seremonial,” tulis seorang netizen.
Netizen lain juga menyoroti keputusan pengurangan perjalanan dinas luar negeri bagi pejabat. “Ini yang penting, perjalanan dinas sering jadi sorotan. Kalau dikurangi pasti anggaran bisa lebih hemat,” komentar pengguna lainnya.
Namun ada juga yang menilai tradisi open house tetap memiliki nilai sosial yang penting bagi masyarakat. “Open house itu sebenarnya bagus untuk mempererat silaturahmi. Tapi kalau kondisi ekonomi lagi berat, mungkin memang perlu prioritas lain,” tulis warganet lain.
Perbincangan ini menunjukkan bahwa kebijakan penghematan pemerintah Malaysia tidak hanya menjadi perhatian di dalam negeri, tetapi juga menarik perhatian masyarakat di negara tetangga seperti Indonesia.(lin)
Editor : Redaksi