Sumutpos.jawapos.com-Ketegangan global kian memuncak. Iran melontarkan ancaman keras yang berpotensi mengguncang ekonomi dunia, menyusul ultimatum dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Teheran menegaskan tak akan tinggal diam. Jika infrastruktur energi mereka diserang, maka seluruh fasilitas vital di kawasan Timur Tengah—termasuk ladang minyak dan instalasi energi—akan dijadikan target balasan.
Pernyataan tegas itu disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf. Ia menegaskan bahwa setiap serangan terhadap pembangkit listrik Iran akan dibalas tanpa kompromi.
“Seketika setelah infrastruktur energi kami diserang, seluruh fasilitas vital di kawasan akan menjadi sasaran sah,” tegasnya.
Ancaman ini muncul sebagai respons atas peringatan keras dari Donald Trump yang mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam, atau menghadapi penghancuran pembangkit listrik skala besar.
Situasi semakin memanas setelah konflik terbuka antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel pecah sejak 28 Februari. Serangan militer gabungan yang dilancarkan Washington dan Tel Aviv memicu gelombang balasan dari Teheran.
Bahkan, Iran dilaporkan telah meluncurkan rudal jarak menengah Sejjil untuk pertama kalinya dalam eskalasi konflik tersebut—sebuah sinyal bahwa perang kini memasuki fase yang lebih berbahaya.
Di tengah panasnya konflik, kabar duka juga datang dari Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur dalam serangan hari pertama. Selain itu, ratusan korban sipil, termasuk siswa sekolah dasar, turut menjadi korban dalam serangan yang menghantam wilayah selatan Iran.
Otoritas setempat menyebut jumlah korban jiwa akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel telah mencapai 1.300 orang.
Ancaman Iran untuk menghancurkan infrastruktur energi kawasan pun bukan sekadar retorika. Jika benar terjadi, dampaknya bisa memicu lonjakan harga minyak global dan mengguncang stabilitas ekonomi dunia dalam jangka panjang.(jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan