Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Hizbullah Klaim Serang Kapal Israel, Presiden Lebanon Dorong Jalur Negosiasi

Johan Panjaitan • Senin, 6 April 2026 | 09:09 WIB
ILUSTRASI: Kelompok bersenjata Hizbullah mengklaim telah menyerang kapal perang Israel menggunakan rudal jelajah di lepas pantai Lebanon, Minggu (5/4). (FREEPIK)
ILUSTRASI: Kelompok bersenjata Hizbullah mengklaim telah menyerang kapal perang Israel menggunakan rudal jelajah di lepas pantai Lebanon, Minggu (5/4). (FREEPIK)

 

BEIRUT, Sumutpos.jawapos.com– Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki babak baru. Kelompok bersenjata Hizbullah mengklaim telah menyerang kapal perang Israel menggunakan rudal jelajah di lepas pantai Lebanon, Minggu (5/4). Klaim ini menjadi sinyal eskalasi terbaru di tengah konflik yang terus bergejolak di kawasan.

Dalam pernyataan resminya, Hizbullah menyebut kapal tersebut berada sekitar 68 mil laut dari pantai Lebanon dan diduga tengah bersiap melancarkan serangan. Kelompok yang dikenal memiliki dukungan dari Iran itu menegaskan, serangan dilakukan sebagai langkah pre-emptive.
“Kapal itu menjadi target karena bersiap menyerang Lebanon,” demikian pernyataan mereka, dikutip dari AFP.

Namun, respons dari pihak militer Israel terkesan menepis. Mereka mengaku tidak memiliki informasi terkait serangan yang diklaim tersebut. “Kami tidak mengetahuinya,” ujar perwakilan militer kepada AFP, menandakan jurang narasi yang kian lebar di antara kedua pihak.

Dalam beberapa pekan terakhir, aktivitas militer Israel di wilayah perairan dan perbatasan Lebanon memang meningkat. Kapal perang dilaporkan menjadi bagian dari operasi yang lebih luas, menyasar posisi-posisi Hizbullah di wilayah selatan Lebanon.

Baca Juga: Viral Curhatan Pedagang Es Naikkan Harga karena Plastik Mahal, Berujung Protes Pembeli

Di tengah memanasnya situasi, Presiden Lebanon Joseph Aoun justru mengambil langkah kontras. Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, ia menyerukan pembukaan jalur diplomasi melalui negosiasi dengan Israel—sebuah pendekatan yang jarang disuarakan dalam eskalasi seperti saat ini.

Aoun memperingatkan risiko kehancuran yang lebih luas jika konflik terus berlanjut tanpa arah penyelesaian. Ia menyinggung kondisi Gaza Strip yang porak-poranda akibat konflik berkepanjangan.
“Memang benar bahwa Israel mungkin ingin melakukan di Lebanon selatan apa yang mereka lakukan di Gaza,” ujarnya. “Gaza hancur, puluhan ribu orang tewas, dan mereka akhirnya duduk dan bernegosiasi. Jadi mengapa kita tidak bernegosiasi, setidaknya untuk menyelamatkan rumah-rumah yang belum hancur?”

Seruan itu muncul di tengah laporan meningkatnya serangan udara dan darat Israel ke wilayah selatan Lebanon, yang disebut telah menghancurkan sejumlah desa dan memicu gelombang kekhawatiran baru di kalangan warga sipil.


Drone Israel Tewaskan Warga Sipil di Gaza

Sementara itu, eskalasi juga terjadi di Gaza Strip. Serangan drone Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya empat warga sipil pada Minggu dini hari (5/4), serta melukai lima lainnya.

Menurut badan pertahanan sipil Gaza, serangan terjadi sebelum fajar dan menyasar area permukiman. “Serangan udara Israel sebelum fajar menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya,” demikian pernyataan resmi mereka.

Baca Juga: Okin Sebut Rachel Vennya Sudah Tahu Masalah Rumah Mau Dijual

Pihak Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi jumlah korban, seraya menyebut seluruh korban merupakan warga sipil. Insiden ini menambah daftar panjang korban sipil di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.

Militer Israel menyatakan masih menyelidiki laporan tersebut. Namun, serangan ini terjadi di tengah klaim adanya gencatan senjata antara Israel dan Hamas—sebuah kondisi yang di lapangan tampak semakin rapuh.

Di antara saling klaim dan bantahan, satu hal menjadi jelas: konflik belum mendekati titik reda. Ketika diplomasi baru sebatas seruan, realitas di lapangan terus berbicara lewat dentuman senjata.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#hizbullah #negosiasi #israel #timur tengah #lebanon