Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

China Tutup Sebagian Wilayah Udara, Bagaimana Nasib Atlet Indonesia?

Juli Rambe • Sabtu, 11 April 2026 | 02:00 WIB
Ganda Putra M Rian Ardianto dan Yeremia Rambitan saat tampil di China Masters 2025. (Dok: PBSI)
Ganda Putra M Rian Ardianto dan Yeremia Rambitan saat tampil di China Masters 2025. (Dok: PBSI)

 

SUMUT POS- China diketahui melakukan penutupan sebagian wilayah udaranya selama 40 hari. Zona tersebut meliputi perairan di utara dan selatan Shanghai, membentang dari Laut Kuning dekat Korea Selatan hingga Laut China Timur di sekitar Jepang.

Sementara itu, atlet Indonesia saat inu juga berada di China untuk mengijuti pertandingan. Yaitu atlet Bulu Tangkis yang mengikuti Kejuaraan Asia 2026.

Selain itu, ada atlet Panjat Tebjng yang mengikuti World Climbing Asia Championship 2026.

Baca Juga: Hasil Semifinal ASEAN Futsal Championship 2026, Indonesia ke Final Usai Tekuk Vietnam 3-2

Ini dikhawatirkan berdampak pada tim bulutangkis Indonesia. Saat ini, Fajar Alfian dan kawan-kawan sedang mengikuti pertandingan yang berlokasi di Ningbo. Ajang itu baru akan beres pada 12 April mendatang.

Veddriq Leonardo dan kawan-kawan juga sedang mengikuti World Climbing Asia Championship hingga akhir pekan ini, di Meishan, provinsi Sichuan. Posisinya berada di Cekungan Sichuan bagian barat daya.

Ningbo merupakan kota yang terletak di sebelah timur China, hanya terpisahkan oleh teluk Hangzhou dengan Shanghai. Kota ini kurang lebih menghadap ke ujung selatan Jepang dengan Laut China Timur membentang antara keduanya.

Menanggapi itu, Bidang Humas PBSI Yuni Kartika memastikan situasi tersebut tak memengaruhi kepulangan tim Indonesia.

"Tidak ada masalah," kata Yuni dalam pesan singkatnya di Grup WhatsApp media PBSI, Jumat (10/4/2026).

Kondisi tersebut juga dipertegas bahwa penerbangan komersial disebut tidak berdampak langsung. Namun setiap pesawat diwajibkan berkoordinasi jika melintas di area itu.

Mengutip The Wall Street Journal menyebut durasi penutupan yang panjang ini tergolong tidak biasa. Penutupan ini disebut berkaitan dengan operasi militer. (bbs/ram)

 

 

Editor : Juli Rambe
#wilayah udara china #nasib atlet Indonesia di China #china tutup bandara