Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Negara-negara ASEAN Borong Minyak Rusia, Uni Eropa Khawatir Dampak Geopolitik

Johan Panjaitan • Jumat, 1 Mei 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi minyak mentah.
Ilustrasi minyak mentah.

 

MOSKOW, Sumutpos.jawapos.com- Pergeseran arah kebijakan energi mulai terlihat di Asia Tenggara. Sejumlah negara ASEAN kini melirik Rusia sebagai pemasok alternatif untuk menutup kekurangan energi dan pupuk di tengah gejolak global, khususnya dampak konflik di Timur Tengah. Namun, langkah ini memantik kekhawatiran serius dari Uni Eropa.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, secara terbuka mengingatkan negara-negara ASEAN agar mempertimbangkan implikasi geopolitik dari kebijakan tersebut. Dalam pertemuan dengan para menteri luar negeri ASEAN di Brunei, ia menekankan bahwa pembelian minyak dari Rusia berpotensi memperpanjang konflik di Ukraina.

“Negara-negara di kawasan harus melihat gambaran besar,” ujarnya.

Baca Juga: Kementan Percepat Tanam di Grobogan, Alsintan Disalurkan Antisipasi Kemarau

Namun, realitas di lapangan menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis. Indonesia, misalnya, disebut tengah mempertimbangkan impor hingga 150 juta barel minyak mentah Rusia. Rencana ini mencuat setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.

Sementara itu, Filipina telah lebih dulu merealisasikan langkah serupa dengan menerima pengiriman minyak Rusia pertama dalam lima tahun pada Maret lalu.

Pengamat dari ISEAS-Yusof Ishak Institute, Ian Storey, menilai keputusan negara-negara ASEAN tidak lepas dari persepsi terhadap Rusia yang relatif positif di kawasan.

“Putin dipandang sebagai sosok kuat yang melawan Barat dan membela nilai-nilai tradisional. Citra itu cukup resonan di Asia Tenggara,” ujarnya.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Memberikan Perlindungan Privasi Terbaik

Di sisi lain, Rusia tampak memanfaatkan momentum ini untuk memperluas pengaruhnya. Dalam situasi global yang tidak pasti, Moskow berupaya memposisikan diri sebagai mitra strategis yang stabil, khususnya dalam sektor energi dan ketahanan pangan.

“Rusia ingin dilihat sebagai mitra yang dapat diandalkan bagi Asia Tenggara,” tambah Storey.

Editor : Johan Panjaitan
#rusia #impor #energi #asean #minyak