SUMUT POS- Hanya dalam waktu satu hari, pemerintah Arab Saudi dan Kuwait mencabut pembatasan akses yang sempat diberlakukan pada militer Amerika Serikat (AS) terhadap pangkalan militer dan wilayah udaranya pada Jumat (8/5/2026).
Sebelumnya, pada Kamis (7/5/2026), otoritas Saudi dan Kuwait setelah peluncuran operasi militer AS yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz.
Aktivitas perlintasan di jalur perairan penting Selat Hormuz dibatasi sebagai imbas perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu.
Baca Juga: Kantor Imigrasi Belawan Tindak WN Malaysia Tanpa Dokumen Perjalanan Sah
Kedua negara itu termasuk dalam sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer AS, yang terseret ke dalam perang Timur Tengah.
Pencabutan pembatasan akses tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, dilaporkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), pada Kamis (7/5) waktu setempat.
Langkah Saudi dan Kuwait itu menghilangkan hambatan signifikan bagi upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengamankan jalur pelayaran komersial melalui jalur perairan yang sangat penting secara strategis di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan.
Dengan mengutip para pejabat AS dan Saudi, WSJ melaporkan bahwa pemerintahan Trump sedang bersiap untuk memulai kembali operasi pengawalan terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz dengan dukungan Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS.
Para perencana di Pentagon atau Departemen Pertahanan AS, menurut para pejabat Washington yang dikutip WSJ, sekarang sedang menilai kerangka waktu untuk melanjutkan operasi pengawalan tersebut.
Beberapa pejabat AS mengindikasikan bahwa aktivitas dapat dimulai kembali paling cepat minggu ini.
Seperti diketahui, ketegangan di Timur Tengah ini dimulai sejak akhir Februari lalu. (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe