Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

NASA Kembangkan Roket Nuklir untuk Misi ke Mars

Johan Panjaitan • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:31 WIB
JELAJAHI: Astronot menjelajahi Planet Mars. (devemix)
JELAJAHI: Astronot menjelajahi Planet Mars. (devemix)

 

Sumutpos.jawapos.com-NASA mempercepat pengembangan roket bertenaga nuklir sebagai bagian dari ambisi besar mengirim manusia ke Mars pada akhir dekade ini. Teknologi tersebut diyakini mampu memangkas waktu perjalanan antariksa secara signifikan—dari sekitar enam bulan menjadi hanya tiga hingga empat bulan.

Langkah itu menandai babak baru dalam perlombaan teknologi luar angkasa global yang kini semakin kompetitif. Bagi NASA, roket nuklir bukan sekadar inovasi mesin pendorong, melainkan kunci untuk membuka era eksplorasi manusia ke ruang angkasa yang lebih jauh dan lebih cepat.

Selain memperpendek durasi perjalanan, sistem propulsi nuklir juga dipandang mampu mengurangi risiko paparan radiasi kosmik terhadap astronaut—ancaman utama dalam misi jarak jauh di luar orbit bumi.

Dilansir dari The Conversation, dorongan terhadap proyek ini semakin agresif sejak Jared Isaacman memimpin NASA pada Desember 2025. Isaacman menilai teknologi nuklir akan menjadi fondasi penting bagi eksplorasi manusia menuju Mars hingga wilayah yang lebih jauh di tata surya.

“Teknologi ini berpotensi mengubah cara manusia menjelajah luar angkasa,” tulis laporan tersebut.

Baca Juga: Tenda untuk Wukuf Sudah 90 Persen

Pada Maret 2026, NASA juga mengumumkan rencana peluncuran misi tanpa awak bertenaga nuklir menuju Mars pada akhir 2028. Program itu dipandang sebagai bagian dari strategi Amerika Serikat untuk mempertahankan dominasi teknologi antariksa di tengah persaingan ketat dengan Tiongkok.

Selama ini, sebagian besar roket masih mengandalkan bahan bakar kimia untuk menghasilkan dorongan. Sistem konvensional tersebut memang terbukti andal, tetapi membutuhkan bahan bakar dalam jumlah sangat besar sehingga membuat bobot peluncuran menjadi jauh lebih berat dan tidak efisien untuk perjalanan antariksa jarak jauh.

Baca Juga: Lansia yang Sempat Tertahan di RSUD Amri Tambunan Meninggal Dunia di Panti Sosial

Dalam misi menuju Mars, tantangan yang dihadapi tidak hanya soal jarak. Astronaut juga harus menghadapi paparan radiasi kosmik berkepanjangan, penurunan massa otot dan tulang akibat gravitasi mikro, hingga keterbatasan logistik selama berada di ruang angkasa.

Karena itu, teknologi propulsi nuklir dianggap sebagai solusi strategis untuk mengurangi waktu tempuh sekaligus meningkatkan keselamatan awak selama perjalanan.

Jika proyek ini berhasil, roket nuklir berpotensi menjadi tonggak baru dalam sejarah eksplorasi manusia—membuka jalan menuju Mars dan mungkin, suatu hari nanti, ke planet-planet lain di luar tata surya.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#roket nuklir #nasa #mars