Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Bos TikTok Melonjak Jadi Orang Terkaya Kedua di Asia, Kekayaan Zhang Yiming Tembus Rp1.670 Triliun

Johan Panjaitan • Jumat, 5 Juni 2026 | 10:45 WIB
Pendiri ByteDance, Zhang Yiming. (kalderanews)
Pendiri ByteDance, Zhang Yiming. (kalderanews)

 

HONG KONG, Sumutpos.jawapos.com– Kebangkitan bisnis kecerdasan buatan (AI) dan dominasi TikTok di pasar global mengantarkan pendiri ByteDance, Zhang Yiming, ke jajaran elite miliarder dunia. Pengusaha teknologi asal Tiongkok itu kini resmi menjadi orang terkaya kedua di Asia setelah kekayaannya melesat hingga USD 92,8 miliar atau setara sekitar Rp1.670 triliun.

Berdasarkan data terbaru dari Bloomberg Billionaires Index, Zhang berhasil menyalip konglomerat India, Mukesh Ambani, yang memiliki kekayaan sekitar USD 86,9 miliar. Posisinya juga mengukuhkan dirinya sebagai orang terkaya di Tiongkok saat ini.

Meski demikian, takhta orang terkaya di Asia masih ditempati miliarder India Gautam Adani dengan total kekayaan mencapai USD 117,4 miliar.

Lonjakan kekayaan Zhang tidak lepas dari meningkatnya valuasi ByteDance, perusahaan teknologi yang ia dirikan dan kini menjadi salah satu raksasa digital terbesar di dunia. Kesuksesan dua produk utama perusahaan, yakni TikTok dan chatbot AI Doubao, menjadi mesin utama pertumbuhan tersebut.

Baca Juga: Panduan Menanam Bunga bagi Pemula, Bisa Menghilangkan Stres

Doubao, yang dikembangkan untuk bersaing di pasar kecerdasan buatan generatif, disebut telah mengumpulkan lebih dari 300 juta pengguna aktif bulanan dan kini menjadi chatbot AI paling populer di Tiongkok. Pertumbuhan pesat itu semakin memperkuat posisi ByteDance dalam persaingan teknologi global yang tengah berfokus pada pengembangan AI.

Analis Capital Securities yang berbasis di Shanghai, Amy Lin, menilai kenaikan valuasi ByteDance mencerminkan kuatnya fundamental perusahaan serta kemampuan produknya mempertahankan dominasi di pasar domestik.

“Perkembangan terbaru terkait bisnis ByteDance di Amerika Serikat diperkirakan tidak akan memberikan dampak negatif yang signifikan,” ujarnya.

Optimisme investor terhadap masa depan ByteDance juga meningkat setelah kekhawatiran terkait potensi pelarangan TikTok di Amerika Serikat mulai mereda. Sebelumnya, Bloomberg memberikan diskon risiko sebesar 25 persen terhadap valuasi perusahaan akibat ketidakpastian regulasi di Negeri Paman Sam.

Baca Juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ratusan Massa APUK Kepung DPRD dan Kantor Bupati Dairi, Tolak Tambang DPM

Namun, setelah sebagian kepemilikan bisnis ByteDance di Amerika Serikat dialihkan kepada investor lokal dan muncul penilaian baru dari investor institusional, tingkat diskon risiko tersebut dipangkas menjadi hanya 10 persen.

Perubahan penilaian itu berdampak besar terhadap kekayaan pribadi Zhang. Dalam waktu relatif singkat, nilai kekayaannya melonjak lebih dari USD 24 miliar atau sekitar Rp432 triliun.

Di tengah pertumbuhan tersebut, ByteDance yang bermarkas di Beijing juga terus mempercepat ekspansi di sektor kecerdasan buatan.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#bytedance #zhang yiming #asia #Terkaya #tiktok