SUMUT POS- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri KTT NATO di Ankara, Turki, di tengah memanasnya kembali konflik setelah militer AS melancarkan serangan besar terhadap puluhan target Iran.
Saat ditanya apakah gencatan senjata masih berlaku, Trump menjawab dengan tegas bahwa ia menganggap kesepakatan tersebut sudah selesai.
"Aku pikir ini sudah berakhir. Aku tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah. Kamu tahu apa itu sampah? Mereka sampah," kata Trump.
Baca Juga: Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Rp107,3 Juta, Jamaah Cukup Bayar Sekitar Rp42 Juta
Trump kemudian melontarkan kritik keras terhadap para pemimpin Iran.
"Mereka orang-orang sakit. Mereka dipimpin oleh orang-orang sakit dan mereka adalah orang-orang yang jahat dan penuh kekerasan. Dan jika mereka memiliki senjata nuklir, mereka akan menggunakannya. Sejauh yang aku ketahui, ini sudah berakhir," lanjut Trump.
Meski menyatakan gencatan senjata telah berakhir, Trump mengatakan para negosiator Amerika Serikat masih ingin melanjutkan pembicaraan dengan Teheran.
Pernyataan Trump muncul hanya beberapa jam setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target Iran di sekitar Selat Hormuz.
Melansir Guardian, Washington juga mencabut keringanan sementara sanksi yang sebelumnya memungkinkan Iran mengekspor minyak, sebagai respons atas serangan Iran terhadap tiga kapal dagang pada Selasa.
Eskalasi terbaru ini semakin memperburuk situasi keamanan di Timur Tengah yang sebelumnya sempat mereda setelah adanya upaya penghentian konflik.
Selain mengumumkan berakhirnya gencatan senjata, Trump juga melontarkan kritik terhadap NATO. Dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump mengaku kecewa karena sebagian besar negara anggota tidak memberikan dukungan yang diharapkannya dalam menghadapi Iran.
"Saya sangat kecewa terhadap NATO," ujar Trump.
Menurutnya, negara-negara anggota aliansi tidak ingin membantu Amerika Serikat menghadapi Iran yang ia sebut sebagai 'sponsor utama terorisme'.
Pernyataan itu merujuk pada penolakan sebagian besar negara Eropa, kecuali Inggris, untuk mengizinkan pangkalan udara mereka digunakan dalam operasi pengeboman AS terhadap Iran. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe