Tato Keyboard Jadi Jembatan Komunikasi Ibu dan Anak Autis

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:30 WIB
Jessica Fletcher, ibu asal Kanada, membuat tato bergambar keyboard komputer di tangannya. (Instagram @cretivox)
Jessica Fletcher, ibu asal Kanada, membuat tato bergambar keyboard komputer di tangannya. (Instagram @cretivox)

 

sumutpos.jawapos.com - Sebuah tato sederhana di lengan bawah menjadi simbol kasih sayang sekaligus jembatan komunikasi antara seorang ibu dan anaknya. Jessica Fletcher, ibu asal Kanada, membuat tato bergambar keyboard komputer agar putranya, Hunter (11), yang memiliki autisme dan tidak dapat berbicara secara verbal, tetap bisa menyampaikan keinginannya kapan pun.

Melansir Instagram @cretivox, Selasa (25/8/2026), ide itu muncul dari sebuah kejadian kecil namun membekas. Saat sedang berada di restoran, perangkat Augmentative and Alternative Communication (AAC) milik Hunter tiba-tiba kehabisan baterai. Perangkat tersebut biasanya membantu Hunter berkomunikasi melalui teknologi.

Dalam kondisi tanpa alat bantu, Hunter kemudian mengambil kertas dan menggambar keyboard yang ia ingat. Dengan jarinya, ia mulai “mengetik” pesan untuk menyampaikan apa yang ingin dikatakannya. Momen tersebut membuat Jessica sadar bahwa putranya membutuhkan cara komunikasi alternatif yang tidak bergantung sepenuhnya pada perangkat elektronik.

Baca Juga: Potret Matahari Merah Viral di Media Sosial

Tato yang dibuat Jessica pun dirancang menyerupai papan komunikasi. Di dalamnya terdapat susunan huruf alfabet, tombol “Yes” dan “No”, simbol ekspresi wajah senang dan sedih, hingga tulisan “I love you”.

Saat pertama kali melihat tato tersebut, Hunter langsung merespons. Ia meraih lengan ibunya dan menggunakan jarinya untuk mengetik satu kata yang penuh makna: “Mama”. Momen haru itu kemudian direkam dan viral di media sosial, ditonton lebih dari 100 juta kali.

Bagi Jessica, tato tersebut bukan sekadar gambar permanen di kulit, melainkan bentuk dukungan agar anaknya memiliki ruang untuk menyampaikan pikiran dan perasaannya.

Baca Juga: Jarang Disadari, 7 Kebiasaan Sederhana Ini Kerap Dimiliki Orang yang Awet Muda

“Ketika kita menghilangkan hambatan komunikasi, kita memberi kesempatan bagi mereka yang tidak bisa bicara untuk menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya,” ujar Jessica.(lin)

Editor : Redaksi
autisme Komunikasi Tanpa Batas Autism Awareness ibu dan anak kisah inspiratif