sumutpos.jawapos.com - Di tengah budaya kerja yang sering identik dengan jam panjang dan tekanan tinggi, sebuah perusahaan ritel asal China, Pang Dong Lai, justru mengambil pendekatan berbeda. Perusahaan ini menerapkan kebijakan kerja yang berfokus pada kesehatan mental dan keseimbangan hidup karyawan, termasuk memberikan “cuti tidak bahagia” hingga 10 hari.
Melansir Instagram @pandemictalks, Kamis (10/9/2026), kebijakan unik tersebut diperkenalkan oleh pendiri sekaligus chairman Pang Dong Lai, Yu Donglai, sejak Maret 2024. Berbeda dari cuti tahunan biasa, cuti ini diberikan khusus bagi karyawan yang merasa kondisi mentalnya sedang tidak baik dan membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Yu Donglai menyampaikan bahwa setiap staf memiliki kebebasan untuk mengajukan tambahan cuti hingga 10 hari kapan saja ketika merasa tidak sehat secara emosional. Menurutnya, karyawan tidak harus memaksakan diri bekerja ketika sedang mengalami tekanan.
Baca Juga: Mau Puas Kulineran di Medan? Simak 5 Tips Menjelajah Banyak Spot dalam Satu Hari
Selain cuti kesehatan mental, Pang Dong Lai juga menerapkan sistem kerja yang relatif jarang ditemukan di industri ritel. Para karyawan bekerja sekitar tujuh jam per hari, mendapatkan libur akhir pekan, serta memiliki total cuti tahunan sekitar 30 hingga 40 hari di luar libur Imlek.
Dengan lebih dari 7.000 karyawan, perusahaan ini juga dikenal memberikan kesejahteraan yang tinggi. Rata-rata gaji karyawan disebut berada di atas 9.000 yuan per bulan, menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghargai tenaga kerja.
Bagi Yu Donglai, menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan membuat karyawan merasa bahagia bukan hanya soal kepedulian sosial, tetapi juga strategi bisnis. Ia percaya bahwa karyawan yang memiliki kehidupan lebih seimbang akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
Baca Juga: BCA Expo 2026 Sambangi Medan, Ada Promo Spesial KPR, Kredit Kendaraan dan Beragam Solusi Finansial
Pendekatan tersebut tampaknya memberikan hasil positif. Pada 2024, Pang Dong Lai mencatat penjualan sekitar 17 miliar yuan dengan laba lebih dari 800 juta yuan. Kesuksesan itu didukung oleh layanan toko yang sangat memperhatikan kenyamanan pelanggan.
Kisah Pang Dong Lai menjadi contoh bahwa perhatian terhadap kesejahteraan karyawan tidak selalu bertentangan dengan target bisnis. Justru, lingkungan kerja yang lebih manusiawi dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong produktivitas dan pertumbuhan perusahaan.(lin)
Editor : Redaksi