SUMUTPOS.CO-Situasi Anak laki-laki yang benci ayahnya bisa menjadi situasi yang rumit dan memerlukan pemahaman yang mendalam. Ada beberapa alasan yang mungkin membuat seorang anak laki-laki mengalami perasaan negatif atau benci terhadap ayahnya.
Bisa saja karena anak tersebut merasa tidak dapat perlindungan dari ayahnya sendiri. Atau karena konflik keluarga yang tidak dapat dipandang sebagai permasalahan sepele.
Untuk mencegah hal itu, Anda sebagai Ayah wajib mengetahui apa saja yang menjadi pemicu anak membenci orangtuanya sendiri.
1. Jarang Bermain dengan Anak
Anda sebagai Ayah jarang meluangkan waktu bermain dengan anak. Padahal, momen bermain dengan anak bisa dianggap sebagai waktu santai untuk membangun kedekatan dan ikatan yang lebih kuat lagi.
2. Terlalu Ketat
Sering dikatakan bahwa orangtua yang terlalu ketat pasti memiliki anak yang nakal. Siapa pun yang terikat dalam rantai ketat kemungkinan besar akan mencoba, lagi dan lagi, untuk membebaskan diri. Ketegasan sampai batas tertentu dapat diterima dan merupakan atribut pengasuhan yang baik.
3. Konflik Keluarga atau Perceraian
Konflik orangtua atau perceraian bisa sangat berpengaruh pada anak. Anak laki-laki mungkin merasa bahwa ayah mereka adalah penyebab konflik atau merasa ditinggalkan akibat perceraian.
4. Perlakuan Tidak Adil
Jika seorang anak laki-laki merasa bahwa saudara-saudaranya atau anak-anak lain dalam keluarga mendapatkan perlakuan yang lebih baik dari ayahnya, hal ini dapat memunculkan perasaan kebencian.
5. Kurangnya Komunikasi
Salah satu hal penting dalam sebuah keluarga adalah komunikasi yang baik dan sehat. Terutama antara ayah dan anak. Berbeda dengan ibu yang lebih peka terhadap perasaan dan emosi anaknya, terkadang ayah sulit memahami apa yang diinginkan anaknya.
Sehingga perlu terjalin komunikasi dua arah yang intens untuk memahami keinginannya. Bicarakan apa yang dibutuhkan anak Anda. Ingat, orangtua juga orang yang tidak bisa menghindari kesalahan.
6. Tidak pernah Memberikan Pujian
Ketika seorang anak berprestasi, tentu membuat orangtua bangga. Namun, bagi seorang anak, kebanggaan ayahnya adalah penting. Jangan hanya mengatakannya dalam hati.
Walaupun awalnya terasa canggung, tapi mencoba mengungkapkan rasa senang atas pencapaian yang sudah diraih anak, dengan susah payah akan menjadi penawar rasa lelahnya.
7. Menyakiti Ibu Anaksecara Terang-terangan
Pertengkaran di dalam rumah tangga wajar saja terjadi. Tapi sebagai kepala keluarga, seorang ayah mesti bijak mengambil sikap. Boleh saja berdebat dengan istri, tapi jangan sampai anak-anak mereka melihat. Apalagi bila ayah sampai menyakiti ibu mereka, dan membuatnya menangis.
8. Tidak Mendengarkan Cerita Anak
Hubungan anak dengan ayah bisa jadi renggang ketika Anda tidak meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak. Bisa jadi ayah terlalu lelah bekerja, sehingga tidak konsentrasi lagi mendengarkan atau disibukkan dengan aktivitas lain seperti menonton televisi. (bbs/han)