Sumutpos.jawapos.com-Depresi dapat memengaruhi cara kita makan, bergerak, tidur, dan bahkan bagaimana kita memandang diri sendiri. Salah satu dampak yang umum namun sering tak dibicarakan adalah perubahan berat badan, khususnya kenaikan berat badan.
Penting untuk diingat bahwa perubahan ini bukan tanda kegagalan dan bukan sesuatu yang memalukan. Sebaliknya, ini adalah reaksi alami dan manusiawi terhadap stres emosional dan tantangan mental yang sedang dialami.
Dilansir dari geediting.com, berikut adalah enam alasan umum mengapa depresi dapat menyebabkan kenaikan berat badan, lengkap dengan tips perawatan diri yang lembut dan realistis:
1. Makan Emosional dan untuk Kenyamanan
Saat perasaan terasa berat, makanan — terutama yang manis dan berlemak — bisa menjadi pelarian. Meski memberi ketenangan sesaat, kebiasaan ini dapat memengaruhi pola makan dan berat badan dalam jangka panjang.
Tips:
Amati tanpa menghakimi: Coba catat kapan dan mengapa kamu makan untuk kenyamanan.
Siapkan alat bantu lain: Seperti mendengarkan musik, mandi air hangat, menggambar, atau beristirahat di tempat yang nyaman.
Hadir saat makan: Makan dengan perlahan dan penuh perhatian bisa bantu menghubungkan kembali dengan sinyal lapar dan kenyang alami.
Berikan dirimu kebaikan: Kamu sedang berusaha, dan itu sudah sangat berarti.
2. Kehabisan Energi untuk Bergerak
Depresi bisa sangat menguras tenaga hingga bangun dari tempat tidur pun terasa berat. Hal ini berkontribusi pada penurunan aktivitas fisik yang berdampak pada metabolisme dan berat badan.
Tips:
Mulai dari yang kecil: Seperti berjalan keliling rumah atau berdiri sambil mendengarkan musik.
Lepaskan tekanan: Gerakan bukan soal kalori, tapi soal koneksi dengan tubuh.
Rayakan usaha, bukan hasil: Dua menit gerakan pun tetap berarti.
Ingat, istirahat juga penting: Tubuhmu butuh waktu untuk pulih.
3. Gangguan Tidur
Depresi sering menyebabkan gangguan tidur — baik tidur berlebihan atau insomnia. Ini dapat mengganggu hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
Tips:
Ciptakan rutinitas tidur: Bangun dan tidur di jam yang sama setiap hari.
Buat suasana tenang: Penerangan redup, musik lembut, atau ritual malam bisa membantu.
Cari bantuan profesional: Terapi atau bantuan medis bisa sangat membantu jika masalah berlanjut.
Bersabar dengan diri sendiri: Tidur adalah hal kompleks yang butuh waktu untuk stabil.
4. Efek Samping Obat
Beberapa obat antidepresan dapat memengaruhi nafsu makan, metabolisme, atau retensi cairan yang memicu kenaikan berat badan.
Tips:
Bicarakan dengan dokter: Jangan ragu menyampaikan kekhawatiran. Mungkin ada alternatif lain.
Fokus pada keseimbangan: Makanlah dengan cara yang realistis dan tidak menyiksa.
Hargai tubuhmu: Ia sedang bekerja keras untuk sembuh.
Ingat, kamu lebih dari angka timbangan.
5. Runtuhnya Struktur Harian
Tanpa rutinitas harian seperti makan teratur atau aktivitas fisik, mudah untuk kehilangan arah dan pola hidup sehat.
Tips:
Buat struktur lembut: Misalnya secangkir teh pagi atau jalan kaki ringan setelah makan siang.
Permudah makanan: Sediakan makanan praktis dan bergizi seperti sup kaleng, sayuran beku, atau protein siap saji.
Gunakan pengingat ringan: Seperti catatan visual atau alarm ponsel.
Maafkan diri saat tak berjalan sempurna.
6. Rasa Kesepian dan Terputus dari Sekitar
Depresi bisa menimbulkan rasa terasing yang dalam. Ini dapat berdampak pada pola makan, tidur, dan energi.
Tips:
Mulai dari hal kecil: Kirim pesan, beri komentar di grup, atau sekadar senyum pada orang asing.
Temukan komunitas tanpa tekanan: Seperti grup daring, kelas seni, atau forum dukungan.
Ingat bahwa kamu layak untuk terhubung.
Pertimbangkan terapi: Konseling bisa sangat membantu untuk mengurai rasa sepi.(han)
Editor : Johan Panjaitan