Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Prinsip Membangun Rumah Ramah Lingkungan, Pahami dan Jalanilah!

Redaksi • Kamis, 9 April 2026 | 22:30 WIB
ilustrasi, membangun rumah ramah lingkungan idealnya berprinsip efisiensi energi, keberlanjutan, daya tahan tinggi, dan menciptakan ruangan sehat. (freepik.com)
ilustrasi, membangun rumah ramah lingkungan idealnya berprinsip efisiensi energi, keberlanjutan, daya tahan tinggi, dan menciptakan ruangan sehat. (freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Belakangan rumah ramah lingkungan atau rumah hijau menjadi tren. Orang-orang sibuk membangunnya.

Namun, rumah ramah lingkungan bukan sekadar bersih atau penuh dengan tanaman hijau. Ada prinsip yang mendasari bangunan itu.

Melansir This Old House, Kamis (9/4/2026), rumah ramah lingkungan itu dibangun dengan prinsip efisiensi energi, keberlanjutan, daya tahan tinggi, dan menciptakan ruangan yang sehat.

Baca Juga: Berhasil Ungkap Kasus LPG Oplosan di Sumbar, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Apresiasi Polda Sumbar 

Pun, membangun rumah ramah lingkungan dapat membantu mengurangi jejak karbon serta dampak negatif terhadap lingkungan.

Berikut langkah mewujudkan rumah ramah lingkungan sesuai prinsip di atas:

1. Bahan bangunan
Memilih bahan bangunan yang berasal dari sumber lokal dan bahan daur ulang. Penggunaan bahan, misalnya, kayu bekas pakai atau logam yang didaur ulang.

Material ini tidak hanya mengurangi jejak karbon, tetapi juga mendukung perekonomian lokal. 

Baca Juga: Akhirnya JPE Kalahkan Gresik Phonska Plus untuk Pertama Kali di Proliga 2026

Bahan-bahan ini memberikan nilai estetika sekaligus nilai lingkungan yang tinggi.

2. Penampungan air hujan
Memasang sistem penampungan air hujan merupakan cara efektif untuk menghemat penggunaan air. 

Caranya, dengan menyalurkan air hujan dari atap melalui talang ke dalam tangki penyimpanan.

Air yang tertampung ini dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, membersihkan toilet, atau mencuci kendaraan. 

Baca Juga: Rawat Kulit dengan Masker Wajah Berbahan Lemon dan Madu, Ini Cara Buatnya

Sistem ini sangat membantu mengurangi konsumsi air bersih dan menekan biaya pemakaian air.

3. Tata pekarangan 
Pilih tanaman lokal yang tak memerlukan banyak air untuk bertahan hidup. Penggunaan sistem irigasi tetes yang langsung mengairi akar tanaman juga mengurangi pemborosan air.

Elemen lain untuk menciptakan pekarangan rumah hijau yang ramah lingkungan, bisa membuat habitat mini bagi satwa liar yang ramah. 

Burung dan serangga, misal, dapat membantu proses penyerbukan pada tumbuhan.

4. Energi terbarukan
Memasang panel surya bisa jadi salah satu cara paling efektif untuk mengurangi jejak karbon rumah hijau. 

Baca Juga: Gelombang Protes Menguat, TTB Desak Pengusutan Anggaran Bappeda 2024

Energi matahari sebagai sumber energi terbarukan sangat cocok untuk iklim tropis seperti Indonesia.

Meski investasi awal untuk pemasangan panel surya cukup besar, manfaat jangka panjang berupa penghematan listrik dan kontribusi terhadap lingkungan sangatlah besar.

5. Teknologi hemat energi
Teknologi hijau seperti lampu LED yang hemat energi dan tahan lama, wajib dimiliki di rumah hijau. 

Penggunaan sistem pencahayaan pintar yang otomatis menyala dan mati berdasarkan gerakan atau timer, juga bisa mengurangi konsumsi listrik.

Baca Juga: KAI Wisata Perkuat Layanan di Medan, Hadirkan Rail Transit Hotel dan 86 Frontliner KA Bandara

Selain itu, teknologi smart home yang mengatur penggunaan AC dan lampu secara efisien melalui sensor dapat meningkatkan kenyamanan sekaligus menghemat energi.

6. Paving block
Memilih bahan paving block yang berpori untuk jalan setapak di pekarangan dan area parkir, dapat membantu air hujan meresap ke dalam tanah, mencegah genangan, dan banjir.

Paving block berpori dapat membantu menjaga siklus air alami dan menciptakan pekarangan yang lebih sejuk dan sehat.

7. Sistem ventilasi
Ventilasi yang memadai sangat penting untuk menjaga kualitas udara dalam rumah ramah lingkungan. 

Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027, Tegaskan Arah Pembangunan Langkat

Sistem ventilasi yang baik membantu mengeluarkan udara kotor, kelembapan berlebih, dan polutan dari dalam rumah.

Ventilasi alami melalui jendela dan ventilasi yang strategis juga mendukung sirkulasi udara sehat. (lin)

Editor : Redaksi
#Rumah Ramah Lingkungan #Green Living #Eco Friendly Home #hemat energi #rumah sehat