Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Waspada “Bintik Hitam” pada Bawang: Tanda Kecil, Risiko Besar bagi Hati

Redaksi • Senin, 27 April 2026 | 07:00 WIB
Bercak hitam pada bawang umumnya disebabkan oleh jamur Aspergillus niger. (Instagram @lambegosiip)
Bercak hitam pada bawang umumnya disebabkan oleh jamur Aspergillus niger. (Instagram @lambegosiip)

 

sumutpos.jawapos.com - Di dapur rumah tangga, bawang, khususnya bawang bombai sering dianggap bahan sederhana dengan segudang manfaat. Aromanya tajam, rasanya khas, dan kandungan gizinya kerap dikaitkan dengan kesehatan, termasuk membantu menjaga fungsi hati. Namun di balik itu, para ahli mengingatkan: ada satu tanda kecil yang justru bisa berbalik menjadi ancaman serius.

Secara umum, bawang dikenal kaya antioksidan dan senyawa sulfur yang berkontribusi melindungi sel tubuh, termasuk organ hati. Namun, manfaat tersebut bisa berubah menjadi risiko ketika bawang menunjukkan tanda tertentu, yakni munculnya bercak atau lapisan hitam di permukaan atau bagian dalam umbi.

Melansir Instagram @lambegpsiip, Minggu (26/4/2026), bercak hitam pada bawang umumnya disebabkan oleh jamur Aspergillus niger. Jamur ini menghasilkan mikotoksin, zat berbahaya yang dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan.

Baca Juga: Pesan Maia Estianty untuk El Rumi Jadi Viral

Jika bawang yang terinfeksi tetap dikonsumsi berulang kali, mikotoksin tersebut bisa menumpuk dalam tubuh dan memberikan tekanan pada organ hati. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memicu gangguan fungsi hati, bahkan meningkatkan risiko kerusakan serius.

Jamur ini mudah berkembang pada kondisi lembap dan panas, terutama saat proses penyimpanan tidak tepat.

Selain jamur, bawang juga bisa mengalami pembusukan internal yang sulit terdeteksi dari luar. Kondisi ini biasanya dipicu oleh bakteri dari tanah yang masuk melalui bagian pangkal.

Dalam tahap ringan, bagian yang rusak mungkin masih bisa dipotong. Namun jika pembusukan sudah meluas, konsumsi bawang tersebut berisiko menyebabkan gangguan pencernaan hingga keracunan.

Baca Juga: Reza Rahadian Dukung Bawa Tumbler di Bioskop, Tapi Netizen Khawatir Tiket Naik

Isu ini ikut memicu perbincangan di media sosial. Banyak warganet mengaku baru menyadari bahwa bercak hitam pada bawang bukan sekadar kotoran biasa.

Sejumlah komentar mencerminkan kebiasaan lama yang kini dipertanyakan kembali.
“Selama ini kalau ada hitamnya dikupas aja, ternyata bisa bahaya juga,” tulis seorang netizen.

Ada pula yang mengaitkan dengan pengalaman pribadi.
“Pernah masak bawang agak lembek, habis makan malah perut nggak enak. Mungkin ini penyebabnya,” komentar lainnya.

Sebagian netizen memilih langkah lebih aman.
“Sekarang kalau sudah ada tanda aneh, mending buang. Kesehatan lebih penting daripada hemat,” tulis pengguna lain.

Baca Juga: Ikuti Wisuda dan Pengukuhan Tiga Guru Besar, Wisudawan Asal Thailand Bersyukur Bisa Kuliah di UMN Al-Washliyah 

Namun, tidak sedikit yang masih ragu dan merasa informasi ini perlu disosialisasikan lebih luas.
“Ini penting banget, soalnya di pasar kadang bawang kondisinya sudah nggak segar tapi tetap dijual,” ungkap netizen lain.

Bawang tetap menjadi bahan pangan bernilai tinggi bagi kesehatan. Namun, seperti banyak bahan alami lainnya, kualitasnya sangat menentukan manfaat atau bahayanya.

Dalam konteks ini, bercak hitam bukan sekadar noda, melainkan sinyal peringatan. Ketika tanda itu muncul, keputusan paling aman bukan mengolahnya, melainkan membuangnya.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #bawang #edukasi kesehatan #Gaya Hidup Sehat #tips dapur