Awas! Ini Ragam Tingkah Wisatawan yang Dianggap Kurang Sopan saat Berlibur

Redaksi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:50 WIB
ilustrasi tingkah wisatawan. (Pexels.com)
ilustrasi tingkah wisatawan. (Pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Kadang ada saja tingkah wisatawan yang mencuri perhatian penduduk lokal, dari yang lucu hingga kurang sopan.

Jika wisatawan bertingkah lucu mungkin mengundang tawa, tapi tak jarang mereka kurang sopan hingga membuat risih bahkan amarah.

Khusus wisatawan yang kurang sopan ini biasanya terjadi karena beberapa sebab, minimnya pengetwhuan tentqng daerah tujuan adalah penyebab utamanya.

Baca Juga: DPRD Sumut Desak Gubsu Copot Dirut PT PPSU, Nilai Pengelolaan PRSU Gagal Dongkrak Minat Pengunjung

Melansir HuffPost, Minggu (19/7/2026), lerilaku yang dianggap tidak sopan bukan hanya berpotensi menyinggung warga setempat, tetapi juga bisa mencoreng citra negara asal wisatawan. 

Karena itu, penting bagi wisatawan untuk memahami etiket dasar sebelum berkunjung ke negara lain.

Sejumlah ahli etiket dan profesional perjalanan pun membagikan beberapa kebiasaan wisatawan yang kerap dianggap tidak sopan saat liburan ke luar negeri. 

Baca Juga: Mulai 14 Juli 2026, Pertamina Turunkan Harga Bright Gas di Regional Sumbagut

Berikut raga. perilaku yang sebaiknya dihindari:

1. Tidak paham budaya setempat 

Salah satu kesalahan turis adalah datang tanpa memahami budaya setempat. Padahal, setiap negara memiliki aturan sosial yang berbeda, termasuk soal etiket.

Di era digital, informasi mengenai budaya dan kebiasaan masyarakat setempat mudah ditemukan. Dengan melakukan riset, wisatawan bisa memahami apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

 

2. Tidak paham budaya uang tip

Budaya memberi tip berbeda di setiap negara. Di sebagian tempat, tip dianggap sebagai bentuk penghargaan atas pelayanan. 

Namun, di negara lain justru bisa dianggap tidak pantas.

Bahkan jumlah tip yang dianggap wajar pun bervariasi.

 

3. Berbicara terlalu keras

Berbicara dengan suara keras sering dianggap mengganggu, terutama di negara-negara yang menjunjung tinggi ketenangan di ruang publik.

Di beberapa tempat, perilaku seperti berteriak, tertawa terlalu keras, atau membanting pintu mobil juga dianggap tidak sopan.

4. Lupa jadi tamu

Sebagian wisatawan terkadang lupa bahwa mereka hanyalah tamu di negara orang. 

Mereka tetap membawa kebiasaan di rumah tanpa memperhatikan aturan setempat.

Padahal, wisatawan sebaiknya menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya lokal.

5. Sembarangan tersenyum atau menatap orang asing

Di Indonesia, tersenyum kepada orang asing adalah bentuk keramahan. 

Namun, di beberapa negara, kontak mata atau senyum kepada orang yang tidak dikenal bisa dianggap aneh atau bahkan tidak sopan.

Setiap budaya memiliki cara berbeda dalam menunjukkan keramahan.

6. Berpakaian tidak sopan

Memilih pakaian yang sesuai dengan budaya lokal juga penting saat bepergian, terutama ketika mengunjungi tempat ibadah atau situs keagamaan.

Beberapa tempat bahkan memiliki aturan berpakaian tertentu, seperti menutup bahu atau mengenakan pakaian panjang.

 

7. Berperilaku tidak pantas di tempat suci

Tempat ibadah seperti kuil, gereja, atau masjid sering menjadi destinasi wisata. Namun, wisatawan tetap harus menjaga sikap saat berada di sana.

Terlalu sibuk berfoto atau berbicara keras dapat mengganggu orang yang sedang beribadah. 

Wisatawan sebaiknya menunjukkan rasa hormat terhadap tradisi dan kegiatan keagamaan setempat.

 

8. Menawar harga di tempat yang tidak tepat

Tawar-menawar harga memang umum dilakukan di pasar tradisional. Namun, tidak semua negara atau tempat memperbolehkan praktik ini.

Di beberapa toko atau pasar tertentu, menawar harga justru dianggap tidak sopan. 

Bahkan di tempat yang memperbolehkan tawar-menawar, wisatawan tetap harus melakukannya dengan wajar dan menghargai penjual.

 

9. Tidak menghargai aturan waktu

Ketepatan waktu merupakan hal penting di banyak negara. Terlambat menghadiri pertemuan atau reservasi bisa dianggap tidak menghargai orang lain.

10. Menyapa orang dengan cara yang tidak tepat

Cara menyapa orang juga berbeda di setiap budaya. Ada negara yang terbiasa berjabat tangan, ada yang menggunakan anggukan kepala, dan ada pula yang menyapa dengan ciuman di pipi.

Karena itu, wisatawan perlu memperhatikan cara menyapa yang sesuai agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Memahami etiket dasar di negara tujuan bukan hanya membantu wisatawan menghindari kesalahan sosial, tetapi juga membuat pengalaman perjalanan menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.

11. Berbahasa Inggris Tak Tentu Tempat

Bahasa Inggris memang kerap digunakan sebagai bahasa internasional saat bepergian. 

Namun, tidak semua orang di negara tujuan bisa atau nyaman berbicara menggunakan bahasa tersebut.

Karena itu, ada baiknya mempelajari beberapa frasa dasar dalam bahasa lokal seperti 'terima kasih', 'tolong', atau 'permisi'. (lin)

Editor : Redaksi
Etika Wisata Wisatawan Bijak Travel Tips wisata budaya lokal