sumutpos.jawapos.com - Menyebut celana dalam bagi sebagian orang adalah sesuatu yang memalukan, namun tak jarang yang menganggapnya penting.
Nyatanya, celana dalam bisa berpengaruh besar pada kesehatan area organ intim. Jadi, pakaian ini sejatinya penting.
Melansir Healthline, Jumat (24/7/2026), celana dalam berfungsi sebagai pelindung antara kulit dan pakaian luar, sekaligus membantu menyerap kelembapan alami tubuh.
Jika salah memilih bahan atau cara penggunaannya, celana dalam justru bisa memicu berbagai masalah seperti iritasi, infeksi jamur, hingga bau tidak sedap.
Baca Juga: Wali Kota Apresiasi RS Murni Teguh Horas Insani Raih Penghargaan WSO
Berikut beberapa tips memilih dan menggunakan celana dalam yang lebih sehat:
1. Bahan katun
Pilih celana dalam berbahan katun 100 persen karena lebih ramah bagi kulit dan organ intim.
Area vulva merupakan bagian tubuh yang sensitif sehingga membutuhkan bahan yang lembut dan tidak menyebabkan iritasi.
Katun juga memiliki sirkulasi udara yang baik dan mampu menyerap kelembapan.
Baca Juga: Sejumlah SD dan SMP di Dairi Dapat Program Revitalisasi
Hal ini penting karena kondisi yang terlalu lembap dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur.
Sebaliknya, bahan sintetis seperti nilon atau spandex cenderung menahan panas dan kelembapan.
2. Ganti setiap hari
Mengganti celana dalam setiap hari merupakan bagian penting dari kebersihan tubuh.
Meski terlihat bersih, celana dalam bisa mengandung bakteri dalam jumlah kecil, termasuk sisa kotoran.
Karena itu, para ahli menyarankan untuk mengganti celana dalam minimal sekali sehari.
Baca Juga: Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Lampung Patungan Cor Jalan Rusak
Jika terasa lembap atau berkeringat, tidak ada salahnya mengganti lebih dari sekali dalam sehari.
3. Lepas saat tidur
Dianjurkan untuk tidak memakai celana dalam saat tidur, terutama jika seseorang sering mengalami infeksi jamur atau iritasi.
Tanpa celana dalam, area intim dapat 'bernapas' dan kelembapan berlebih bisa berkurang.
Jika merasa tidak nyaman tidur tanpa celana dalam, alternatifnya adalah memakai piyama yang longgar agar sirkulasi udara tetap baik.
4. Gunakan yang pas
Ukuran celana dalam juga berpengaruh pada kenyamanan dan kesehatan.
Celana dalam yang terlalu ketat dapat menimbulkan gesekan pada kulit dan meningkatkan kelembapan. Kondisi ini bisa memicu iritasi atau infeksi.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi dan Borgol
Pilihlah celana dalam yang pas di tubuh dan tidak terlalu sempit.
5. Cuci dengan sabun yang lembut
Celana dalam sebaiknya dicuci dengan detergen yang lembut dan hipoalergenik.
Residu sabun atau bahan kimia dari detergen dapat memicu iritasi pada kulit sensitif di area intim. Sebaiknya gunakan detergen tanpa pewangi atau bahan kimia keras.
Selain itu, celana dalam baru juga sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai.
6. Ganti secara berkala
Meski sering dicuci, celana dalam tetap bisa menyimpan bakteri yang tidak sepenuhnya hilang selama proses pencucian.
Lebih baik untuk mengganti celana dalam secara berkala, misalnya setiap satu hingga dua tahun, terutama jika sudah terlihat aus.(lin)
Editor : Redaksi