Sumutpos.jawapos.com-Bantal sering dianggap masih layak digunakan selama bentuknya belum benar-benar rusak. Padahal, bantal yang tampak bersih dan baik dari luar belum tentu masih mampu memberikan dukungan optimal saat tidur.
Seiring waktu, isi bantal dapat kehilangan elastisitas, menggumpal, menjadi kempis, hingga menyerap keringat dan minyak dari tubuh. Kondisi tersebut bisa membuat kenyamanan tidur menurun tanpa disadari.
Secara umum, bantal dianjurkan diganti sekitar 1–2 tahun sekali. Namun, usia bukan satu-satunya patokan. Kondisi fisik dan kemampuan bantal mempertahankan bentuk justru menjadi tanda yang lebih penting.
Baca Juga: MA Ketok Palu! Jaksa Dilarang Banding dan Kasasi atas Putusan Bebas
Dilansir dari laman RBC. Ukraina, ada cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk mengeceknya.
1. Perhatikan Noda Kuning
Noda kuning yang menetap merupakan salah satu tanda bantal mulai menua. Perubahan warna tersebut dapat dipicu keringat, minyak kulit, air liur, rambut yang masih lembap, hingga sisa kosmetik yang meresap melalui sarung bantal.
Jika noda semakin sulit dihilangkan dan disertai perubahan bentuk atau bau tidak sedap, sudah saatnya mempertimbangkan mengganti bantal.
2. Bentuk Mulai Kempis dan Menggumpal
Bantal yang masih baik seharusnya mampu mempertahankan bentuk dan memberikan penyangga yang cukup untuk kepala serta leher.
Jika isi bantal mulai menggumpal, terlalu pipih atau tidak lagi kembali ke bentuk semula, kualitas penyangganya kemungkinan sudah menurun.
Kondisi ini biasanya semakin terasa ketika seseorang sering terbangun untuk membetulkan posisi bantal atau mulai mengalami rasa tidak nyaman pada leher dan bahu setelah tidur.
3. Coba Tes Lipat
Salah satu cara paling mudah untuk memeriksa kondisi bantal adalah dengan melipatnya menjadi dua.
Baca Juga: Jangan Salah Sangka, 12 Zodiak Ini Diam-Diam Iri Melihat Orang Lain Sukses
Tekan bantal setelah dilipat, kemudian lepaskan. Jika bantal segera kembali ke bentuk semula, isi bantal masih memiliki daya lenting yang cukup.
Sebaliknya, jika bantal tetap terlipat atau membutuhkan waktu lama untuk kembali ke bentuk semula, kemungkinan material di dalamnya sudah kehilangan elastisitas.
Meski demikian, tes ini tidak berlaku mutlak untuk semua jenis bantal. Karakter material isi bantal tetap perlu diperhatikan.
4. Bangun Tidur dengan Leher Kaku
Bantal seharusnya membantu menjaga posisi kepala dan leher tetap nyaman selama tidur.
Jika sebelumnya tidur terasa nyaman, tetapi belakangan sering bangun dengan leher tegang, kaku atau bahu terasa tidak nyaman, kondisi bantal patut diperiksa.
Namun, jika keluhan tetap muncul meski bantal sudah diganti, jangan langsung menganggap penyebabnya berasal dari bantal. Keluhan yang menetap dapat memiliki penyebab lain dan sebaiknya diperiksakan kepada tenaga medis.
5. Mulai Mengeluarkan Bau Tak Sedap
Selama digunakan, bantal bersentuhan langsung dengan keringat, minyak kulit, rambut dan berbagai kotoran. Jika terakumulasi dalam waktu lama, material di dalamnya dapat menimbulkan bau yang sulit dihilangkan.
Baca Juga: Sinergi Mahasiswa KKN ITS Paluta dan Warga Rondaman Siburegar, Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Gizi
Apabila bau tetap bertahan setelah bantal dicuci sesuai petunjuk perawatan produsennya, mengganti bantal bisa menjadi pilihan yang lebih masuk akal.
Jangan Abaikan Kebersihan Bantal
Bantal dan perlengkapan tidur juga dapat menjadi tempat menumpuknya tungau debu serta alergen. Bagi orang yang sensitif terhadap alergen tersebut, paparan pada malam hari dapat memperburuk gejala alergi.
Karena itu, sarung bantal sebaiknya dicuci secara rutin. Penggunaan pelindung bantal juga dapat membantu menjaga bagian dalam bantal dari keringat dan kotoran.
Untuk mencuci bantal, jangan menggunakan satu aturan yang sama untuk semua jenis. Cara dan suhu pencucian harus disesuaikan dengan material isi serta petunjuk dari produsen.
Kapan Sebaiknya Beli Bantal Baru?
Tidak perlu menunggu sampai bantal benar-benar rusak. Pertimbangkan menggantinya jika bantal sudah:
kehilangan bentuk dan menjadi terlalu pipih; menggumpal; tidak kembali ke bentuk semula setelah dilipat; memiliki noda kuning yang sulit hilang; mengeluarkan bau tidak sedap; tidak lagi memberikan dukungan yang nyaman; atau membuat tubuh terasa tidak nyaman setelah bangun tidur.
Jadi, jangan hanya mengandalkan usia bantal. Coba lipat, periksa bentuknya, cium aromanya, dan rasakan dukungannya. Jika beberapa tanda tersebut muncul sekaligus, mungkin sudah waktunya mengucapkan selamat tinggal pada bantal lama dan menggantinya dengan yang baru.(net/han)
Editor : Johan Panjaitan