JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Bertambahnya usia adalah proses alami yang tidak mungkin dihentikan. Namun, cara seseorang menjalani kesehariannya dapat memengaruhi kondisi tubuh, kesehatan, dan seberapa cepat tanda-tanda penuaan terlihat.
Penuaan tidak hanya berbicara soal munculnya kerutan atau garis halus di wajah. Tubuh yang mudah lelah, kulit tampak kusam, perubahan pada rambut, gangguan kenyamanan pada persendian hingga menurunnya konsentrasi juga dapat muncul seiring bertambahnya usia.
Baca Juga: 455 SPPG MBG Ditutup karena Tak Lolos Standar
Faktor genetik memang berperan. Tetapi, kebiasaan sehari-hari juga tidak bisa dikesampingkan.
Tanpa disadari, rutinitas yang terlihat sederhana justru dapat menjadi bagian dari pola hidup yang kurang sehat. Dilansir English Jagran, berikut delapan kebiasaan yang perlu diperhatikan jika ingin menjaga tubuh tetap sehat dan bugar seiring bertambahnya usia.
1. Sering Melewatkan Sunscreen
Paparan sinar ultraviolet secara berlebihan merupakan salah satu faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap penuaan kulit.
Paparan matahari dalam jangka panjang dapat memicu kerusakan kulit dan mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan seperti noda serta garis halus.
Karena itu, penggunaan sunscreen dengan perlindungan yang sesuai sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: 3.048 Korban Banjir Bandang Nepal Masih Hilang, Pemerintah Kesulitan Petakan Dampak Bencana
2. Pola Tidur Berantakan
Tubuh membutuhkan tidur untuk beristirahat dan menjalankan berbagai proses pemulihan.
Kurang tidur atau memiliki jadwal tidur yang tidak teratur dapat membuat seseorang terlihat lebih lelah. Mata sembap, wajah kurang segar dan sulit berkonsentrasi juga dapat menyertai kurangnya waktu istirahat.
Dalam jangka panjang, kualitas tidur yang buruk juga dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.
Membangun jadwal tidur yang konsisten dan mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur dapat membantu menciptakan rutinitas istirahat yang lebih baik.
3. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Manis
Makanan dan minuman tinggi gula sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Asupan gula yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap pola makan yang kurang sehat dan berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan apabila berlangsung dalam jangka panjang.
Baca Juga: Dapur Minyak Ilegal Terbakar Hebat di Langkat, Polisi Pasang Garis Polisi dan Buru Pengelola
Karena itu, membatasi makanan serta minuman tinggi gula dan memilih sumber karbohidrat yang lebih berkualitas dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Bukan berarti harus menghilangkan gula sepenuhnya, tetapi porsinya perlu diperhatikan.
4. Makan Sambil Terus Menatap Layar
Makan sambil menonton atau menggulir media sosial mungkin sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, distraksi saat makan dapat membuat seseorang kurang menyadari jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi.
Akibatnya, pola makan berpotensi menjadi kurang terkontrol.
Cobalah memberi perhatian penuh ketika makan. Makan lebih perlahan juga dapat membantu seseorang mengenali rasa kenyang dan lebih sadar terhadap asupan yang masuk ke tubuh.
5. Kurang Minum Air
Air memiliki peran penting dalam menjaga berbagai fungsi tubuh.
Ketika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, tubuh dapat mengalami dehidrasi yang ditandai antara lain dengan rasa haus, lemas, sakit kepala atau menurunnya konsentrasi.
Baca Juga: Dapur Minyak Ilegal Terbakar Hebat di Langkat, Polisi Pasang Garis Polisi dan Buru Pengelola
Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, bergantung pada aktivitas, cuaca, kondisi tubuh dan faktor lainnya. Karena itu, biasakan memenuhi kebutuhan minum sepanjang hari, terutama ketika banyak beraktivitas atau berada di lingkungan panas.
6. Membiarkan Stres Berlarut-larut
Stres merupakan bagian dari kehidupan. Namun, tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental.
Stres berkepanjangan dapat mengganggu tidur, membuat tubuh lebih mudah lelah dan memengaruhi kebiasaan makan maupun aktivitas sehari-hari.
Karena itu, penting menemukan cara yang sehat untuk mengelola tekanan. Berolahraga, melakukan aktivitas yang disukai, menghabiskan waktu bersama orang terdekat atau menulis jurnal bisa menjadi pilihan.
Jika stres terasa berat dan mengganggu kehidupan sehari-hari, mencari bantuan profesional juga merupakan langkah yang layak dipertimbangkan.
7. Terlalu Lama Membungkuk di Depan Layar
Ponsel dan komputer membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi yang sama.
Kebiasaan menundukkan kepala atau membungkuk terlalu lama dapat meningkatkan ketegangan pada leher, bahu dan punggung. Kondisi yang kerap disebut tech neck ini juga dapat membuat postur tubuh terlihat kurang ideal.
Baca Juga: Pekan Sempurna Bruno Fernandes: Hat-trick, Assist, dan Treble Penghargaan Individu
Solusinya sederhana, tetapi membutuhkan konsistensi. Berikan jeda secara berkala, lakukan peregangan dan sesuaikan posisi layar agar lebih sejajar dengan pandangan.
8. Mengonsumsi Alkohol Berlebihan
Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan, termasuk fungsi hati.
Alkohol juga dapat berkontribusi terhadap dehidrasi dan mengganggu kualitas tidur. Jika berlangsung terus-menerus, kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Karena itu, membatasi konsumsi alkohol atau menghindarinya merupakan pilihan yang dapat membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Awet Muda Bukan Sekadar Soal Wajah
Menjaga tubuh agar tetap sehat dan bugar seiring bertambahnya usia tidak bisa hanya mengandalkan produk perawatan kulit.
Tidur yang cukup, pola makan seimbang, aktivitas fisik, hidrasi yang baik, pengelolaan stres serta kebiasaan sehari-hari yang lebih sehat memiliki peran yang jauh lebih luas. (jpc/han)
Editor : Johan Panjaitan