sumutpos.jawapos.com - Tak perlu sok atau untu gaya-gayaan, sebaiknya jangan minum kopi atau teh saat di pesawat! Kenapa, apakah akan membuat tubuh tak nyaman?
Jawabnya, ini berkaitan dengan kondisi air untuk membuat kopi atau teh yang dipesan tersebut.
Melansir Fresh Cup, Senin (14/9/2026), sebuah laporan dari lembaga nonprofit Center for Food as Medicine and Longevity menyoroti kualitas air di pesawat berdasarkan data dari Environmental Protection Agency Amerika Serikat.
Penelitian ini melibatkan sampel dari 10 maskapai besar dan 11 maskapai regional AS yang beroperasi dalam kurun 2022-2025.
Baca Juga: Sambut HUT ke-36, JNE Sulap Armada Pengiriman Jadi Galeri Seni Berjalan
Setiap maskapai diberi skor keamanan air dari 0 sampai 5, dengan nilai di atas 3,50 dianggap lulus.
Hasilnya cukup beragam. Delta Air Lines (5.00) dan Frontier Airlines (4.80) mendapat nilai terbaik di kategori maskapai besar, sedangkan American Airlines (1.75) berada di posisi paling bawah.
Di kategori maskapai regional, hanya GoJet Airlines (3.85) yang berhasil melewati batas kelulusan.
Artinya, hampir semua maskapai penerbangan regional perlu meningkatkan keselamatan air di dalam pesawat.
Baca Juga: Konsulat Jenderal India di Medan Gelar Perayaan Teej, Perkuat Persahabatan India-Indonesia
Saran dan kesimpulan dari laporan ini, yakni penumpang sebaiknya hanya minum air kemasan di pesawat.
Dan, kopi atau teh yang dibuat dari air di tangki pesawat sebaiknya dihindari.
Selain itu, hindari pula mencuci tangan dengan air di toilet pesawat.
Penumpang disarankan untuk menggunakan hand sanitizer berbasis alkohol.
Meski begitu, hasil ini lebih menyoroti potensi masalah kualitas air, bukan berarti semua kopi di pesawat otomatis berbahaya.
Selain soal kebersihan, alasan ilmiah lain untuk lebih berhati-hati minum kopi di pesawat, yaitu risiko dehidrasi.
Baca Juga: Muncul Nama Andre Taulany dan Amanda Rigby di KUA Ciputat Timur
Saat penerbangan berlangsung, tubuh memang lebih mudah kehilangan cairan dibanding saat berada di darat.
Lingkungan kabin pesawat yang bertekanan lebih rendah, udara dingin, dan kelembapan sangat rendah dapat mempercepat hilangnya cairan tubuh, terutama pada penerbangan jarak jauh.
Artinya, selama di pesawat, tubuh sudah berada dalam kondisi yang kurang ideal untuk menjaga cairan. Jika penumpang kurang minum air, efek dehidrasi bisa makin terasa.
Secara umum, kopi memang mengandung kafein yang bersifat diuretik, artinya dapat meningkatkan produksi urine.
Ini yang menjadi dasar minum kopi harus dihindari ketika tubuh sedang kekurangan cairan di atas pesawat.
Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Karo, Puluhan Siswa SMK Negeri 1 Merdeka Dirawat
Di sisi lain, banyak penelitian menunjukkan cairan dalam kopi atau teh tetap ikut menyumbang asupan cairan tubuh, sehingga efek diuretiknya tidak selalu lebih besar daripada manfaat hidrasi dari minumannya sendiri.
Masalahnya, saat terbang, tubuh sudah cenderung dehidrasi. Jadi, minum kopi di pesawat sebenarnya boleh saja, tetapi sebaiknya tidak dijadikan sumber cairan utama. (lin)
Editor : Redaksi