Ini Kebiasaan Orang di Kolam Renang yang Seharusnya Dihindari

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 23:00 WIB
Ilustrasi, berenang atau sekadar main air di kolam renang jadi salah satu aktivitas fisik yang disenangi banyak orang. (pexels.com)
Ilustrasi, berenang atau sekadar main air di kolam renang jadi salah satu aktivitas fisik yang disenangi banyak orang. (pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Ternyata beraktivitas di kolam renang tak bisa dilakukan sembarangan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Melansir HuffPost, Kamis (24/9/2026), beberapa kebiasaan umum di area kolam renang yang seharusnya tidak dilakukan karena nyata merugikan.

Kebiasaan apa yang dimaksud? Berikut di antaranya:

1. Langsung nyemplung ke air tanpa membilas tubuh 
Beberapa orang merasa tak perlu membilas tubuh sebelum nyemplung ke kolam renang. 

Alih-alih sebelum, banyak orang merasa mandi sebaiknya dilakukan setelah renang.

Padahal, membilas tubuh sebelum berenang ternyata lebih penting daripada yang disadari banyak orang. 

Keringat, tabir surya, losion, produk perawatan rambut, dan minyak alami kulit bisa bereaksi dengan klorin saat terkena air. 

Hal ini dapat mengurangi kemampuan klorin untuk membunuh kuman dan memicu mata perih serta iritasi kulit.

Center for Disease and Prevention Control (CDC) merekomendasikan untuk membilas tubuh singkat sebelum berenang, setidaknya 1 menit di bawah pancuran. 

Pembilasan dilakukan untuk membersihkan bakteri dan mikroba lain yang tanpa sadar terbawa ke kolam renang.

2. Meninggalkan anak tanpa pengawasan

Banyak orang tua mengira, mereka akan mendengar teriakan anak saat tak sengaja tenggelam. Namun, kenyataannya jauh lebih menakutnya.

Ketua Departemen Gawat Darurat di Hartford HealthCare St. Vincent's Medical Center Steven Valassis mengatakan, tenggalam bisa terjadi dengan cepat dan sering kali tanpa suara.

Sebuah survei menemukan, 48 persen orang tua keliru percaya bahwa mereka akan mendengar suara percikan air atau tangisan jika anak tenggelam.

3. Berenang saat sakit
Sebaiknya, undur jadwal berenang jika Anda sedang sakit, utamanya masalah di perut atau pencernaan.

Berenang dan aktivitas fisik lain dapat memicu mual, muntah, dan meningkatkan risiko dehidrasi. Kesemuanya akan memperburuk kondisi tubuh.

Ada juga masalah penularan penyakit melalui kontak dekat. 

Penularan bisa terjadi di kolam renang lantaran klorin atau senyawa kimia lainnya tidak bekerja dengan instan untuk menghentikan penyebaran patogen.

4. Renang dengan luka terbuka
Jika Anda memiliki luka gores atau luka terbuka lainnya, maka sebaiknya jaga luka agar tetap kering.

Klorin atau senyawa kimia lain yang digunakan dalam air kolam renang dapat merusak jaringan luka, memperparah kerusakan kulit, serta peradangan.

Kedua, ada risiko infeksi pada luka jika terus terpapar air. Risiko ini meningkat lebih besar jika berenang di danau, sungai, atau laut.

Disarankan untuk menutup luka dengan plester atau perban tahan air terlebih dahulu sebelum berenang. 

Namun, perhatikan area luka setelahnya. Kemerahan, pembengkakan, dan keluarnya cairan dari area luka bisa menandakan infeksi.

5. Menyelam di kolam dangkal
Menyelam di kolam yang dangkal berisiko membuat kepala terbentur. Benturan awal dapat menyebabkan cedera kepala atau otak.

Saat cedera berlanjut dari kepala ke leher dan tulang belakang, sumsum tulang belakang dapat ikut cedera.

Hal itu berpotensi menyebabkan kelumpuhan dan, dalam kasus yang parah, ketidakmampuan untuk bernapas.

Direkomendasikan untuk memasuki kolam terlebih dahulu. Cara ini membantu Anda mengenal ketinggian kolam.(lin)

Editor : Redaksi
Keselamatan Berenang tips sehat tips kesehatan Gaya Hidup Sehat kolam renang