Sumutpos.jawapos.com-Garam menjadi bumbu utama yang hampir selalu digunakan dalam setiap masakan. Namun di balik rasa gurihnya, konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung. Lantas, berapa sebenarnya batas aman konsumsi garam setiap hari menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)?
Ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak garam atau natrium, tubuh akan menahan air untuk menyeimbangkan kadar natrium dalam darah. Kondisi ini menyebabkan peningkatan volume darah dan tekanan pada dinding pembuluh darah.
“Tekanan darah yang meningkat terus-menerus atau hipertensi merupakan faktor risiko utama serangan jantung, stroke, dan gangguan ginjal,” tulis WHO dalam laman resminya.
WHO merekomendasikan agar asupan natrium tidak melebihi 2.300 miligram (mg) per hari, setara dengan sekitar satu sendok teh garam dapur.
Sementara bagi penderita hipertensi atau mereka yang berisiko tinggi terhadap penyakit jantung, batas konsumsi disarankan lebih rendah, yakni 1.500 mg per hari.
Batas ini mencakup semua sumber natrium, baik dari garam dapur, penyedap rasa, maupun garam yang terkandung di dalam makanan olahan.
Tanpa disadari, sebagian besar garam yang dikonsumsi masyarakat tidak berasal dari garam yang ditambahkan saat memasak, melainkan dari makanan olahan.
Beberapa sumber utama “garam tersembunyi” antara lain:
1. Makanan siap saji: sup instan, mie instan, pizza beku, saus siap pakai, sosis, dan daging asap
2. Roti dan kue: meskipun rasanya manis, banyak produk roti mengandung natrium tinggi
3. Makanan kaleng: seperti sayur, daging, atau ikan kaleng
4. Camilan: keripik, biskuit, dan kacang asin
5. Makanan restoran: umumnya mengandung lebih banyak garam dibanding masakan rumahan
Baca Juga: Kominfo Sumut Bentuk Tim Tanggap Insiden Siber di Seluruh Kabupaten/Kota
Tips Mengurangi Asupan Garam
Untuk menjaga tekanan darah tetap normal, WHO dan para ahli gizi merekomendasikan beberapa langkah sederhana berikut:
1. Baca label makanan – Periksa kandungan natrium dan pilih produk berlabel “rendah garam” atau “tanpa tambahan garam”.
2. Masak di rumah – Dengan memasak sendiri, Anda bisa mengontrol jumlah garam yang digunakan.
3. Gunakan bumbu alami – Gantilah garam dengan rempah, bawang putih, jahe, atau perasan jeruk nipis untuk menambah rasa.
4. Kurangi garam secara bertahap – Jangan langsung berhenti total, tetapi kurangi sedikit demi sedikit agar lidah terbiasa.
5. Batasi makanan olahan dan cepat saji – Termasuk sosis, makanan beku, dan camilan asin.
6. Bilas makanan kaleng – Jika menggunakan sayuran atau kacang kaleng, bilas dengan air untuk mengurangi natrium.(han)
Editor : Johan Panjaitan