Sumutpos.jawapos.com-Kopi sudah jadi bagian dari rutinitas banyak orang—penyelamat pagi hari, teman lembur, atau penghangat sore yang menenangkan. Tapi tahukah kamu, waktu kamu minum kopi ternyata sangat memengaruhi efeknya pada tubuh?
Menurut laporan Verywell Health, waktu minum kopi bisa menentukan bagaimana tubuh bereaksi terhadap kafein—mulai dari tingkat fokus, energi, hingga kualitas tidur di malam hari. Yuk, kita bahas kapan waktu terbaik untuk menyeruput kopi tanpa mengorbankan tidur dan kesehatanmu.
Pagi: Waktu Terbaik untuk Fokus dan Konsentrasi
Sebagian besar orang menikmati kopi di pagi hari—baik sebelum sarapan, saat bekerja, maupun setelah makan. Menurut Industrial Psychiatry Journal, kafein di pagi hari dapat meningkatkan kewaspadaan, fokus, dan konsentrasi selama beberapa jam.
Namun, efek kopi pagi akan perlahan memudar menjelang siang. Kalau kamu merasa mulai lelah setelah makan siang, secangkir kopi tambahan di sore hari bisa membantu mempertahankan fokus—tapi ada risikonya.
Sore Hari: Penambah Semangat atau Pengganggu Tidur?
Menurut penelitian di iScience, minum kopi pada sore atau malam hari bisa mengganggu kualitas tidur. Kafein bertahan di dalam tubuh selama 6–8 jam, sehingga menyeruput kopi setelah pukul 3 sore bisa membuatmu sulit tidur meski tubuh sudah lelah.
Namun, efek ini bervariasi bagi setiap orang. Ada yang tetap bisa tidur meski minum kopi malam, tapi sebagian lainnya bahkan sudah “gelisah” setelah satu cangkir di pagi hari.
Sebelum Olahraga: Dorongan Energi dan Performa
Menurut jurnal MDPI, bagi sebagian orang, kafein dapat meningkatkan daya tahan dan performa fisik. Itulah kenapa banyak atlet atau pencinta gym yang minum kopi 30–60 menit sebelum berolahraga.
Tapi ingat, kalau kamu berolahraga malam, sebaiknya hindari kopi terlalu larut agar efek stimulasinya tidak mengganggu waktu tidurmu.
Minum Kopi: Sebelum atau Sesudah Makan?
Efek kopi juga tergantung apakah kamu meminumnya dalam keadaan perut kosong atau sudah makan.
Jika diminum saat perut kosong, kafein bisa menyebabkan nyeri lambung, mulas, atau diare pada sebagian orang.
Sebaliknya, jika diminum setelah makan, proses penyerapan kafein lebih lambat—efeknya jadi lebih lembut dan tahan lama tanpa membuat perut perih.
Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
Meski punya banyak manfaat, kopi tetap mengandung kafein yang bisa menyebabkan:
1. Gangguan pencernaan atau diare
2. Rasa gugup dan mudah marah
3. Sakit kepala
4. Tremor atau tangan gemetar
Konsumsi berlebihan juga bisa berdampak buruk. Menurut pakar, dua hingga tiga cangkir kopi ukuran 350 ml per hari tergolong aman bagi kebanyakan orang.
Tidak ada waktu “mutlak” untuk minum kopi—semuanya bergantung pada kebutuhan dan sensitivitas tubuhmu terhadap kafein.
Ingin fokus bekerja? Pilih kopi pagi atau menjelang siang.
Butuh energi sebelum olahraga? Minum 30 menit sebelumnya.
Tapi kalau kamu sering sulit tidur, hindari kopi setelah pukul 3 sore.
Kunci utamanya: kenali batas tubuhmu, nikmati aromanya, dan seruput dengan bijak.(han)
Editor : Johan Panjaitan