Sumutpos.jawapos.com-Kekurangan vitamin D adalah masalah umum, terutama saat musim dingin atau pada daerah yang minim paparan sinar matahari. Untuk membantu menjaga imunitas dan energi, berikut empat pilihan minuman yang diperkaya vitamin D menurut Health yang dilansir dari rbc.ukraina
1. Susu Fortifikasi
Susu fortifikasi adalah susu yang diberi tambahan nutrisi oleh produsen untuk menggantikan zat yang hilang saat proses pengolahan. Biasanya diperkaya dengan:
- Vitamin D
- Kalsium
- Terkadang vitamin A, B12, protein, atau yodium
Susu fortifikasi biasanya mengandung 100–150 IU vitamin D per sajian.
Sebagai contoh, 1 cangkir susu rendah lemak (1%) mengandung sekitar 104 IU vitamin D atau 17% kebutuhan harian.
2. Susu Nabati Fortifikasi
Beberapa jenis susu nabati—seperti kedelai, almond, dan beras—sering ditambahkan vitamin D oleh produsen. Susu nabati tidak mengandung vitamin D secara alami, sehingga hanya versi fortifikasi yang memiliki kandungan tersebut.
Saat membeli, cek label apakah terdapat tambahan vitamin D2/D3 atau persentase nilai harian.
3. Jus Jeruk Fortifikasi
Jus jeruk yang difortifikasi dapat memberikan sekitar 100 IU vitamin D per cangkir, atau sekitar 17% kebutuhan harian.
Selain vitamin D, jus jeruk juga kaya nutrisi lain seperti:
- Vitamin C (utama dan dalam jumlah besar)
- Folat (B9)
- Vitamin B1 (Tiamin)
- Vitamin A (dalam jumlah kecil)
- Biasanya juga ditambah kalsium, sehingga baik untuk kesehatan tulang.
4. Kaldu Jamur
Jamur adalah satu-satunya sumber nabati yang secara alami mengandung vitamin D.
Vitamin D pada jamur terbentuk dari paparan sinar ultraviolet. Jamur yang dikeringkan atau dipaparkan sinar UV memiliki kandungan tertinggi.
Namun, hanya sedikit vitamin D yang berpindah ke dalam kaldu saat direbus. Sebagian besar tetap berada pada daging jamur atau rusak karena pemasakan lama.
Berapa Kebutuhan Vitamin D Harian?
Menurut Office of Dietary Supplements, kebutuhan vitamin D orang dewasa adalah 600 IU per hari.
Sumber vitamin D terbaik meliputi:
- Ikan berlemak seperti salmon, trout, tuna, dan sarden
- Kuning telur
- Beberapa jenis jamur
- Makanan fortifikasi seperti yogurt, keju, dan sereal
Karena vitamin D bersifat larut dalam lemak, penyerapannya akan lebih optimal bila dikonsumsi bersama makanan berlemak sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, atau biji-bijian.(han)
Editor : Johan Panjaitan