Sumupos.jawapos.com-Protein shake kerap dianggap sebagai solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan protein harian. Namun para ahli gizi menegaskan, sumber protein terbaik tidak selalu berasal dari minuman kemasan. Banyak makanan sehari-hari yang justru mengandung protein lebih tinggi, sekaligus menawarkan manfaat nutrisi yang jauh lebih lengkap.
Mengutip Verywell Health, berikut deretan makanan tinggi protein yang bisa menjadi alternatif sehat pengganti protein shake.
Dada Ayam
Dalam setiap 100 gram dada ayam, terkandung sekitar 31 gram protein. Daging ini dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang mendukung pemulihan otot dan menjaga sistem imun.
Kandungan lemak jenuhnya rendah, sehingga baik untuk kesehatan jantung. Dada ayam juga kaya vitamin B6, niasin, selenium, dan fosfor yang penting bagi metabolisme tubuh.
Daging Sapi Tanpa Lemak
Setiap 100 gram daging sapi tanpa lemak mengandung sekitar 26 gram protein. Selain menjaga massa otot, daging sapi juga merupakan sumber zat besi yang penting untuk pembentukan sel darah merah.
Tak hanya itu, kandungan zinc dan vitamin B12 di dalamnya berperan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh serta produksi energi.
Ikan Tuna
Dalam 100 gram tuna, terdapat sekitar 28 gram protein. Menurut American Heart Association, tuna juga kaya asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan otak.
Tuna mengandung vitamin D dan vitamin B12 yang membantu menjaga energi serta kekuatan tulang.
Dada Kalkun
Sebanyak 100 gram dada kalkun matang menyediakan sekitar 30 gram protein. Protein tanpa lemak ini membantu pemulihan otot dan menjaga energi tetap stabil.
Kandungan seleniumnya juga berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Salmon
Setiap 100 gram salmon mengandung sekitar 20 gram protein. Data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menyebutkan, salmon merupakan kombinasi ideal antara protein tinggi dan omega-3 yang mampu menekan peradangan.
Selain itu, salmon juga kaya vitamin D yang mendukung kesehatan tulang dan sistem kekebalan tubuh.
Has Dalam Babi (Pork Tenderloin)
Sebanyak 100 gram pork tenderloin mengandung sekitar 26 gram protein. Potongan daging ini tergolong rendah lemak jenuh dibandingkan jenis daging babi lainnya.
Has dalam babi juga mengandung vitamin B kompleks yang berperan penting dalam metabolisme energi.
Keju Cottage
Satu cangkir keju cottage (sekitar 220 gram) mengandung 25 gram protein. Protein utama dalam keju ini adalah kasein, yang dicerna secara perlahan sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama.
Keju cottage juga kaya kalsium dan vitamin B12 yang penting untuk kesehatan tulang dan fungsi saraf.
Yogurt Yunani (Greek Yogurt)
Satu porsi 200 gram yogurt Yunani menyediakan sekitar 20 gram protein. Kandungan probiotiknya mendukung kesehatan pencernaan, sementara kalsium dan vitamin B membantu menjaga tulang dan energi tubuh.
Yogurt Yunani mengandung kombinasi protein whey dan kasein. Kasein dilepaskan secara bertahap ke dalam tubuh, mendukung sintesis protein otot selama beberapa jam, sehingga ideal untuk sarapan atau camilan sehat.
Tempe
Dalam 100 gram tempe, terkandung sekitar 20 gram protein nabati. Selain protein, tempe juga menyediakan serat dan probiotik alami yang mendukung kesehatan usus.
Proses fermentasi membuat tempe lebih mudah dicerna serta meningkatkan kandungan zat besi dan magnesium.
Mengapa Makanan Utuh Lebih Unggul dari Protein Shake?
Makanan utuh tidak hanya memberikan protein, tetapi juga paket nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh: vitamin, mineral, serat, dan lemak sehat yang mendukung pemulihan otot, daya tahan tubuh, serta kesehatan jangka panjang.
Berbeda dengan banyak protein shake yang mengandung gula tambahan, pemanis buatan, dan bahan pengisi, makanan alami membantu menjaga kesehatan jantung, tulang, dan metabolisme secara lebih optimal. Tekstur dan kandungan seratnya juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Protein shake bukan satu-satunya jalan untuk memenuhi kebutuhan protein. Dengan memilih makanan utuh yang tepat, tubuh tidak hanya menjadi lebih kuat, tetapi juga lebih sehat secara menyeluruh.(han)
Editor : Johan Panjaitan