Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Menyilangkan Kaki Saat Duduk di Pesawat, Ini Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Redaksi • Minggu, 8 Februari 2026 | 21:46 WIB
Menyilangkan kaki dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah di bagian kaki. (Freepik.com)
Menyilangkan kaki dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah di bagian kaki. (Freepik.com)

sumutpos.jawapos.com - Perjalanan menggunakan pesawat sering membuat penumpang harus duduk dalam waktu lama, terutama pada penerbangan jarak menengah hingga jauh. Dalam kondisi tersebut, banyak orang memilih duduk dengan posisi menyilangkan kaki agar terasa lebih santai dan nyaman. Namun, kebiasaan yang terlihat sepele ini ternyata dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan.

Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa posisi duduk tertentu selama penerbangan dapat memengaruhi sirkulasi darah. Salah satu posisi yang sebaiknya dihindari adalah menyilangkan kaki karena berpotensi menimbulkan gangguan aliran darah yang berbahaya.

Melansir akun media sosial TikTok @neenziemd, Minggu (8/2/2026), dokter spesialis paru dan perawatan kritis, Dr. Neena Chandrasekaran, menjelaskan bahwa menyilangkan kaki dapat memberikan tekanan pada pembuluh darah di bagian kaki. Tekanan tersebut membuat aliran darah menjadi tidak lancar.

Ketika aliran darah melambat, risiko terbentuknya gumpalan darah atau pembekuan darah menjadi lebih tinggi. Kondisi ini dikenal sebagai Deep Vein Thrombosis (DVT), yaitu pembekuan darah yang biasanya terjadi pada pembuluh darah vena di kaki.

DVT menjadi kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gejala seperti nyeri, bengkak, hingga rasa hangat pada bagian kaki. Dalam kasus yang lebih serius, gumpalan darah dapat berpindah ke paru-paru dan menyebabkan emboli paru yang berpotensi mengancam nyawa.

Selain posisi duduk, faktor lingkungan dalam pesawat juga dapat meningkatkan risiko gangguan sirkulasi darah. Tekanan udara di kabin pesawat lebih rendah dibandingkan tekanan udara di darat. Kondisi ini dapat memicu peradangan ringan pada tubuh serta memengaruhi sistem peredaran darah.

Ketika penumpang duduk terlalu lama tanpa bergerak, risiko pembekuan darah akan semakin meningkat. Hal ini terutama berlaku bagi penumpang yang memiliki faktor risiko tertentu seperti usia lanjut, obesitas, riwayat gangguan pembekuan darah, hingga wanita hamil.

Penerbangan jarak jauh membuat penumpang sering berada dalam posisi duduk selama berjam-jam. Kurangnya aktivitas fisik selama perjalanan dapat memperlambat sirkulasi darah di bagian tubuh bawah, terutama kaki.

Selain memicu pembekuan darah, duduk terlalu lama juga dapat menyebabkan kaki terasa kaku, pegal, hingga pembengkakan ringan. Kondisi ini mungkin terlihat sederhana, tetapi tetap perlu diperhatikan agar tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Agar perjalanan tetap nyaman sekaligus aman bagi kesehatan, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan penumpang selama berada di pesawat.

Pertama, hindari menyilangkan kaki saat duduk. Usahakan posisi kaki tetap lurus atau sedikit ditekuk agar aliran darah tetap lancar.

Kedua, lakukan peregangan ringan secara berkala. Penumpang dapat menggerakkan pergelangan kaki, menekuk lutut, atau meregangkan kaki setiap beberapa waktu.

Ketiga, manfaatkan kesempatan untuk berdiri atau berjalan singkat di lorong pesawat, terutama saat penerbangan berlangsung lama. Aktivitas ini membantu melancarkan peredaran darah.

Keempat, penggunaan stoking kompresi juga dapat menjadi solusi untuk membantu menjaga sirkulasi darah tetap stabil, terutama bagi penumpang dengan risiko tinggi mengalami pembekuan darah.

Selain itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air juga sangat dianjurkan. Hindari konsumsi alkohol dan kafein berlebihan karena dapat memicu dehidrasi.

Selain menjaga posisi duduk dan aktivitas fisik, pengaturan waktu istirahat juga penting selama penerbangan. Para ahli menyarankan untuk tidur secukupnya agar tubuh tetap segar.

Tidur singkat dapat membantu mengurangi kelelahan dan menjaga kewaspadaan setelah penerbangan. Sebaliknya, tidur terlalu lama justru dapat menimbulkan kondisi yang disebut inersia tidur, yaitu rasa linglung dan kantuk berlebihan setelah bangun.

Menjaga kesehatan selama perjalanan udara tidak hanya bergantung pada fasilitas pesawat, tetapi juga pada kebiasaan penumpang sendiri. Posisi duduk yang benar, aktivitas ringan, serta pola istirahat yang tepat dapat membantu menurunkan risiko gangguan kesehatan.

Menyilangkan kaki mungkin terasa nyaman, tetapi kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari selama penerbangan. Dengan menerapkan kebiasaan duduk yang lebih sehat, perjalanan udara dapat berlangsung lebih aman dan menyenangkan bagi semua penumpang. (lin)

 

 

Editor : Redaksi
#kesehatan #Gaya Hidup Sehat #travelling #tips penerbangan