Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kelebihan Vitamin D Bisa Berbahaya, Pria Ini Alami Komplikasi Serius hingga Turun Berat Badan 12 Kg

Redaksi • Sabtu, 21 Maret 2026 | 08:00 WIB

seorang pria harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin D. (Instagram @lambegosiip)
seorang pria harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin D. (Instagram @lambegosiip)

sumutpos.jawapos.com – Suplemen sering dianggap sebagai jalan pintas untuk menjaga kesehatan. Namun, konsumsi berlebihan justru bisa berujung fatal. Hal ini terlihat dari sebuah kasus yang dipublikasikan dalam jurnal medis BMJ Case Reports.

Melansir Instagram @lambegosiip, Jumat (20/3/2026), seorang pria harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat terlalu banyak mengonsumsi vitamin D. Kondisinya tidak main-main, mulai dari mual, muntah, nyeri perut, hingga kram kaki. Ia juga mengalami tinnitus atau telinga berdenging serta penurunan berat badan drastis hingga 12,7 kilogram tanpa sebab jelas.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, dokter menemukan bahwa pria tersebut mengalami hipervitaminosis D, yaitu kondisi kelebihan vitamin D dalam tubuh. Kondisi ini tergolong berbahaya karena dapat menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah yang berdampak pada organ vital seperti ginjal dan jantung.

Kasus ini terungkap setelah pasien mengaku mengikuti program suplemen dari seorang ahli gizi pribadi. Dalam praktiknya, ia mengonsumsi lebih dari 20 jenis suplemen setiap hari, termasuk vitamin D dengan dosis sangat tinggi.

Tercatat, ia mengonsumsi sekitar 150.000 IU vitamin D per hari. Jumlah ini jauh melampaui batas aman, bahkan disebut mencapai sekitar 200 kali lipat dari rekomendasi harian.

Secara umum, kebutuhan vitamin D untuk orang dewasa berkisar antara 600 hingga 800 IU per hari. Konsumsi dalam jumlah berlebihan tidak akan memberikan manfaat tambahan, justru meningkatkan risiko keracunan.

Para ahli mengingatkan bahwa vitamin D memang penting untuk kesehatan tulang dan sistem imun. Namun, penggunaannya tetap harus sesuai anjuran medis, terutama jika dalam bentuk suplemen dosis tinggi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa suplemen bukanlah pengganti pola hidup sehat. Mengonsumsi berbagai jenis suplemen tanpa pengawasan dokter justru dapat membahayakan tubuh.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur dengan klaim kesehatan instan. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah terbaik sebelum memulai konsumsi suplemen tertentu, apalagi dalam dosis tinggi.

Kesehatan tidak hanya soal apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan tubuh secara keseluruhan.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #vitamin d #tips sehat #Gaya Hidup Sehat #suplemen