Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Kebiasaan Buruk saat Malam yang Bisa Picu Stroke, dari Makan hingga Begadang

Redaksi • Minggu, 5 April 2026 | 09:15 WIB
ilustrasi, penyakit stroke adalqh salah satu penyebab utama kematian di banyak negara (freepik.com)
ilustrasi, penyakit stroke adalqh salah satu penyebab utama kematian di banyak negara (freepik.com)

 sumutpos.jawapos.com - Stroke adqlah penyakit yang berhubungan dengan saraf. Dan, dia bisa muncul akibat kebiasaan-kebiasaan buruk saat malam hari.

Dengan kata lain, stroke adalah buah dari gaya hidup. Jika begitu, maka kebiasaan di malam hari dapat berperan besar dalam mengurangi risiko ini. 

Melansir Eating Well, Jumat (3/4/2026), penelitian menunjukkan bahwa hingga 84 persen kasus stroke terkait dengan faktor gaya hidup yang bisa dimodifikasi. 

Baca Juga: Bermain Lepas Jadi Rahasia Kemenangan Bhayangkara Presisi saat Melawan Garuda Jaya

Meskipun fokus seringkali pada aktivitas pada jam 9 pagi sampai jam 5 sore, apa yang dilakukan atau tidak lakukan saqt malam juga memiliki dampak jangka panjang pada peluang mengalami stroke.

Berikut adalah kebiasaan malam bisa memicu risiko stroke:

1. Makan Terlalu Larut
Makan malam terlalu larut dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh dan berdampak negatif pada tekanan darah serta metabolisme.

Seiring waktu, gangguan ini dapat meningkatkan risiko masalah kardiovaskular, termasuk stroke. 

Penelitian menunjukkan bahwa makan makanan terakhir setelah pukul 9 malam dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih tinggi dibandingkan dengan makan malam lebih awal. 

2. Bermalas-malasan
Setelah makan malam, sangat menggoda untuk langsung duduk di sofa dan bersantai, terutama setelah hari yang panjang.

Meskipun istirahat itu penting, menghabiskan terlalu banyak waktu bermalas-malasan di malam hari dapat meningkatkan risiko stroke.

Berjalan kaki 20 menit setelah makan malam malah dapat membantu membantu mengurangi risiko prediabetes, diabetes, tekanan darah tinggi, dan pada akhirnya penyakit jantung serta stroke.

3. Menikmati Minuman Beralkohol 
Jika rutinitas santai di malam hari termasuk segelas atau dua gelas anggur, bir, atau bourbon, Anda mungkin secara tidak sadar sedang membuka jalan bagi risiko stroke. 

Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa minum alkohol dapat memberikan perlindungan terhadap stroke, bukti terbaru justru membantah gagasan tersebut.

Salah satu studi internasional terbesar tentang risiko stroke menemukan bahwa konsumsi alkohol sedang dan tinggi dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih besar.

Bahkan, mengonsumsi lima atau lebih minuman per hari hanya sekali sebulan pun meningkatkan risiko seseorang. 

4. Begadang 
Tidur adalah pilar dasar umur panjang dan kebiasaan gaya hidup yang paling diremehkan.

Padahal, penelitian telah menemukan bahwa tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit dapat meningkatkan risiko stroke. 

Satu meta-analisis menemukan bahwa orang yang tidur lima jam atau kurang per malam 33% lebih mungkin mengalami stroke.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #tips kesehatan #stroke #Gaya Hidup Sehat #makan malam