Sumutpos.jawapos.com-Siapa sangka, minuman favorit jutaan orang ini ternyata punya dua sisi yang bertolak belakang. Secangkir kopi di pagi hari memang bisa bikin melek dan fokus, tapi kalau berlebihan, efeknya justru bisa mempercepat penuaan!
Dilansir dari rbc. ukraina, seorang ahli jantung Nataliia Todurova menyebutkan bahwa kopi bisa jadi “senjata anti-aging”—tapi hanya jika dikonsumsi dengan bijak.
Minum Kopi = Lebih Panjang Umur?
Kabar baiknya, kopi ternyata tidak selalu buruk. Dalam jumlah yang pas, sekitar 2–4 cangkir per hari, kopi justru bisa:
- Meningkatkan fokus dan konsentrasi
- Melindungi sel tubuh berkat antioksidan
- Menurunkan risiko stroke, diabetes, hingga demensia
Bahkan, kebiasaan minum kopi yang terkontrol disebut-sebut bisa membantu memperpanjang usia.
Baca Juga: Harga LPG Non-Subsidi Resmi Naik per 18 April 2026, Beban Baru di Tengah Gejolak Energi Global
Tapi Hati-Hati! Kebanyakan Bisa Bikin “Menua Lebih Cepat”
Di balik manfaatnya, ada ancaman yang mengintai jika konsumsi kopi kelewat batas. Lebih dari 5–6 cangkir sehari bisa memicu:
- Tekanan darah naik
- Jantung berdebar tak normal
- Dehidrasi
- Gangguan tidur parah
Nah, kurang tidur inilah yang diam-diam mempercepat penuaan otak dan pembuluh darah!
Baca Juga: GM PLN UID Sumut Pastikan Pembangunan Listrik Desa di Unte Makmur Rampung April Ini
Belum lagi, bagi yang sensitif, kafein bisa memicu kecemasan, gemetar, bahkan aritmia. Ditambah lagi kalau kopi Anda penuh gula atau sirup—efeknya bisa makin buruk bagi sel tubuh.
Siapa yang Sebaiknya Stop atau Kurangi?
Tidak semua orang aman minum kopi. Anda perlu waspada jika punya kondisi seperti:
- Hipertensi atau tekanan darah tinggi
- Gangguan jantung
- Insomnia atau mudah cemas
- Masalah lambung seperti asam lambung dan maag
Kafein bisa memperparah semua kondisi tersebut.
Jadi, Kopi Teman atau Musuh?
Jawabannya: tergantung cara Anda menikmatinya.
Kopi bisa jadi sahabat yang bikin tubuh lebih sehat dan umur lebih panjang. Tapi di sisi lain, ia juga bisa diam-diam mempercepat penuaan jika dikonsumsi berlebihan.(han)
Editor : Johan Panjaitan