Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Jangan Ditahan, Ini Ragam Manfaat Buang Angin bagi Kesehatan

Redaksi • Selasa, 19 Mei 2026 | 22:02 WIB
Ilustrasi, aroma dan suara buang angin cenderung mengganggu kenyamanan orang lain. (freepik.com)
Ilustrasi, aroma dan suara buang angin cenderung mengganggu kenyamanan orang lain. (freepik.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Anda sering menahan buang angin misalnya ketika dalam ruangan dan bertemu beberapa orang? Wajar. Bagaimana pun buang angin adalah memalukan.

Ya, suara buang angin memang bisa bikin salah tingkah, apalagi kalau muncul di tengah rapat penting atau suasana sunyi.

Padahal, buang angin adalah proses alami tubuh yang justru bisa memberi banyak informasi tentang kesehatan. Artinya, meski dianggap memalukan, nyatanya banyak manfaat.

Melansir Men's Health, Selasa (19/5/2026), buang angin terjadi karena sistem pencernaan sedang bekerja memecah makanan. 

Baca Juga: Polisi Ciduk Sepasang Kekasih Pengedar Sabu di Medan Sunggal

Gas yang dihasilkan sebagian diserap tubuh, sebagian lainnya harus dikeluarkan-baik lewat sendawa maupun buang angin. 

Artinya, jika menahan gas ini terlalu lama justru bisa menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman. 

Meski sering dianggap tidak sopan, buang angin sebenarnya adalah tanda tubuh bekerja sebagaimana mestinya. Rata-rata orang bisa buang angin 14-23 kali sehari, dan itu benar-benar normal.

Berikut ragam manfaat kesehatan dari buang angin. 

1. Menjaga kesehatan usus besar
Menahan buang angin karena malu adalah kebiasaan yang sebaiknya dihentikan. Gas yang tidak dikeluarkan bisa menekan dinding usus besar dan menyebabkan nyeri perut, bahkan sembelit.

Baca Juga: Sekber GOKEKSU Komitmen Kawal RUU Masyarakat Adat hingga Disahkan DPR RI

Menahan gas terlalu sering dapat mengganggu pergerakan usus dan meningkatkan risiko divertikulosis, kondisi munculnya kantung kecil pada dinding usus yang bisa meradang di kemudian hari.

Dengan membiarkan gas keluar secara alami, Anda membantu menjaga motilitas usus tetap lancar dan mencegah iritasi pada saluran pencernaan. 

Jadi, jika Anda sedang di ruangan tertutup, lebih baik cari alasan untuk keluar sebentar ketimbang menahan buang angin terlalu lama.

2. Tanda pola makan seimbang
Jika Anda rutin makan sayur, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian, jangan heran jika Anda jadi lebih sering kentut. Ini justru tanda bahwa pola makan sehat.

Gas yang dihasilkan tubuh berasal dari proses fermentasi karbohidrat kompleks seperti serat dan pati resisten di usus besar. Proses ini menunjukkan bakteri baik sedang aktif bekerja memelihara sistem pencernaan.

Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Peran dalam Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Capai Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Sebaliknya, jika jarang kentut, bisa jadi pola makan kurang serat atau terlalu tinggi protein hewani dan lemak jenuh. 

Dalam jangka panjang, kondisi itu bisa menurunkan keragaman bakteri baik di usus yang penting untuk kekebalan tubuh dan suasana hati.

3. Bisa jadi petunjuk kondisi pencernaan
buang angin juga bisa menjadi "kode rahasia" dari tubuh tentang kondisi sistem pencernaan. 

Misalnya, gas berlebihan dengan bau yang sangat menyengat bisa jadi tanda Anda mengonsumsi terlalu banyak protein, gula, atau lemak jenuh.

Namun, jika buang amgin terasa menyakitkan atau disertai kembung parah, bisa jadi ada intoleransi makanan tertentu. 

Baca Juga: Ladies Pool League Sumut Seri II Digelar 21-22 Mei 2026

Kadang, tubuh hanya butuh waktu beradaptasi dengan makanan baru, seperti kacang atau brokoli sebelum produksi gas menjadi lebih stabil.

Jika gejala tidak kunjung reda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi agar bisa diketahui penyebab pastinya.(lin)

Editor : Redaksi
#kesehatan #pencernaan sehat #Manfaat buang angin #Usus Sehat #tips sehat