Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Mengenal Social Phobia, Penyakit Kejiwaan yang Bisa Memunculkan Gejala Fisik

Redaksi • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:10 WIB
ilustrasi, social phobia ditandai dengan ketakutan berlebihan, khawatir dinilai negatif, hingga muncul gejala fisik.(pexels.com)
ilustrasi, social phobia ditandai dengan ketakutan berlebihan, khawatir dinilai negatif, hingga muncul gejala fisik.(pexels.com)

 

sumutpos.jawapos.com - Pernah dengar penyakit kejiwaan yang dinamakan social phobia? Jika belum, ini penjelasannya.

Melansir Mayo Clinic, Senin (1/6/2026), social phobia bisa diartikan sebagai gangguan kecemasan sosial. Biasanya kurang dikenali karena hanya dianggap sekadar rasa malu.

Padahal, social phobia sejatinya adalah kondisi kesehatan mental ketika seseorang merasa takut atau cemas berlebihan dalam situasi sosial.

Kondisi ini ditandai dengan ketakutan berlebihan saat berada di situasi sosial, khawatir dinilai negatif, hingga muncul gejala fisik seperti jantung berdebar, gemetar, atau mual.

Baca Juga: Ini Ragam Makanan yang Jadi Pantangan bagi Penderita Penyakit Hati

Penderita gangguan kecemasan sosial juga cenderung menghindari interaksi, sehingga sulit menjaga kontak mata, dan merasa seolah selalu diperhatikan.

Kekhawatiran utama biasanya berkaitan dengan takut dipandang negatif, dipermalukan, atau merasa tidak mampu tampil baik di hadapan orang lain.

Berikut tanda-tanda social phobia yang patut diketahui:

1. Selalu membayangkan kemungkinan terburuk
Contohnya membayangkan bahwa orang lain akan menertawakan, mengkritik, atau memandang rendah, meski situasinya sebenarnya aman dan biasa saja.

Baca Juga: Wali Kota Tebing Tinggi dan Forkopimda Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Teguhkan Semangat Persatuan Bangsa

Gangguan kecemasan sosial bisa muncul karena berbagai faktor, seperti genetik, cara kerja otak yang lebih sensitif terhadap rasa takut, serta pengalaman hidup seperti pernah dipermalukan atau dibully.

2. Selalu memikirkan ulang percakapan sederhana
Setelah berbicara dengan orang lain, seseorang yang mengalami social phobia akan terus memutar ulang percakapan di kepala dan menyalahkan diri sendiri atas hal-hal kecil, misalnya cara menjawab, ekspresi, atau intonasi suara.

3. Menghindari situasi yang membuat Anda diperhatikan
Tanda lain yang mengindikasikan seseorang punya gangguan kecemasan sosial yaitu, menghindari presentasi, sungkan berbicara di rapat, tidak mau berpendapat di kelas, atau menolak tawaran tampil karena takut melakukan kesalahan atau dinilai buruk.

Baca Juga: CERI Kecewa Menteri Lingkungan Hidup Bungkam Soal Pencemaran Limbah B3 TTM di Blok Rokan

4. Terlalu banyak mempersiapkan diri untuk interaksi kecil
Menyiapkan skrip sebelum berbicara, memikirkan kalimat yang tepat sebelum bertanya, atau berlatih apa yang akan dikatakan saat bertemu orang.

5. Sulit menjaga kontak mata
Tanda-tanda lain yang juga bisa terjadi pada orang dengan social phobia yaitu, tidak nyaman menatap orang lain karena merasa diperhatikan atau dihakimi. Biasanya mereka akan mengalihkan pandangan ke lantai atau benda lain.

6. Menolak ajakan sosial meski sebenarnya ingin ikut
Misalnya menolak hangout, acara kantor, atau kumpul keluarga karena takut salah bersikap atau tidak tahu harus berbicara apa.

7.Takut dilihat saat melakukan hal sederhana
Takut terlihat kikuk, berantakan, atau menjadi pusat perhatian saat makan di tempat umum. Termasuk ketika melakukan aktivitas berjalan melewati kerumunan, membuka pintu, atau menyerahkan uang saat belanja karena merasa semua mata tertuju padanya.

Baca Juga: Kapolres Labusel Hadiri Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Pilar Utama Menjaga Kamtibmas

Catatan, apabila saat ini mengalami tanda-tanda seperti penjelasan di atas, tidak disarankan untuk langsung mendiagnosis diri sendiri. 

Tidak ada salahnya untuk ambil langkah dengan berkonsultasi ke dokter atau profesional kesehatan mental agar mendapat penanganan yang sesuai. (lin)

Editor : Redaksi
#Social Phobia #Gangguan Kecemasan Sosial #psikologi #Kesehatan Mental #mental health