sumutpos.jawapos.com - bukan maksud SARA, namun diabetes tipe 5 memang cenderung menyerang orang bertubuh kurus dan kasus penyakit ini kerap terjadi di negara berkembang.
Diabetes tipe 5 ini memang menjadi sorotan setelah Federasi Diabetes Internasional (International Diabetes Federation/IDF) secara resmi mengumumkan pengakuannya.
Melansir laman resmi IDF, Rabu (17/6/2026), diabetes merupakan penyakit kronis yang berkaitan dengan gangguan hormon insulin.
Kondisi ini menyebabkan sel-sel tubuh tidak mampu mengelola gula darah dengan baik sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat.
Baca Juga: B50 Siap Meluncur 1 Juli 2026, Diklaim Lebih Efisien dan Serap Jutaan Tenaga Kerja
Diabetes tipe 5 adalah jenis diabetes yang ditandai oleh defisiensi insulin berat atau severe insulin-deficient diabetes (SIDD).
Berbeda dengan diabetes tipe 1 maupun tipe 2, kondisi ini umumnya menyerang remaja dan dewasa muda dengan perawakan kurus serta riwayat kekurangan gizi.
Diabetes tipe 5 banyak ditemukan di negara berpenghasilan rendah dan menengah.
Penyakit ini berkaitan erat dengan malnutrisi kronis, khususnya kekurangan nutrisi yang terjadi sejak masa kanak-kanak hingga remaja.
Jika diabetes tipe 1 disebabkan oleh gangguan autoimun dan diabetes tipe 2 terjadi akibat resistensi insulin, maka diabetes tipe 5 memiliki mekanisme berbeda.
Baca Juga: Kulit dari Kaktus, Inovasi Ramah Lingkungan yang Mulai Dilirik Industri Fashion Dunia
Pada diabetes tipe 5, gangguan terjadi pada pankreas akibat kekurangan nutrisi jangka panjang.
Akibatnya, tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, tetapi penderita tidak mengalami resistensi insulin.
Menariknya, diabetes tipe 5 sebenarnya telah diamati lebih dari 70 tahun lalu. Namun, penyakit ini kerap diabaikan dalam diskusi medis global.(lin)
Editor : Redaksi