sumutpos.jawapos.com - Tren perempuan yang memilih memiliki anak di usia 40 tahun ke atas terus meningkat, terutama di Amerika Serikat. Perubahan gaya hidup, fokus pada pendidikan dan karier, hingga kemajuan teknologi reproduksi menjadi beberapa faktor yang mendorong semakin banyak perempuan menunda kehamilan.
Melansir Instagram @pandemictalks, Senin (6/7/2026), verdasarkan data Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lebih dari 147 ribu perempuan berusia 40 tahun ke atas melahirkan sepanjang 2023. Jumlah tersebut meningkat sekitar 193 persen dibandingkan tahun 1990. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, angka kelahiran pada kelompok usia 40 tahun ke atas bahkan melampaui angka kelahiran remaja.
Fenomena ini juga terlihat di kalangan selebriti dunia. Aktris Hilary Swank melahirkan anak kembar pada usia 48 tahun. Sementara itu, Anne Hathaway dikabarkan tengah menjalani kehamilan pada usia 43 tahun, sedangkan Claire Danes melahirkan anak ketiganya pada usia 44 tahun.
Baca Juga: Bupati Labusel Jenguk Korban Kecelakaan Maut Kotapinang, Pastikan Pengobatan dan Santunan Berjalan
Kemajuan teknologi di bidang fertilitas, termasuk program bayi tabung (IVF), turut membuka peluang bagi perempuan untuk hamil pada usia yang lebih matang. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kehamilan setelah usia 40 tahun tetap memerlukan perhatian medis yang lebih intensif.
Secara medis, kehamilan pada usia di atas 40 tahun dikategorikan sebagai kehamilan berisiko tinggi. Seiring bertambahnya usia, kualitas dan jumlah sel telur mengalami penurunan sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kelainan kromosom pada janin, termasuk sindrom Down.
Selain itu, ibu hamil pada kelompok usia ini juga lebih rentan mengalami diabetes gestasional, tekanan darah tinggi, preeklamsia, hingga persalinan prematur. Risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun kebutuhan operasi caesar juga cenderung lebih tinggi dibandingkan kehamilan pada usia yang lebih muda.
Meski demikian, para dokter menekankan bahwa usia bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan kehamilan. Kondisi kesehatan secara keseluruhan, gaya hidup, nutrisi, serta pemeriksaan kehamilan yang rutin berperan besar dalam menjaga kesehatan ibu dan janin.
Baca Juga: Portugal vs Spanyol: La Roja Berburu Revans atas Ronaldo dkk
Perempuan yang merencanakan kehamilan setelah usia 40 tahun dianjurkan berkonsultasi dengan dokter sejak tahap perencanaan. Pemeriksaan kesehatan sebelum hamil, pengendalian penyakit kronis, konsumsi asam folat, serta pemantauan kehamilan secara berkala dapat membantu mengurangi berbagai risiko yang mungkin terjadi.
Meningkatnya angka kelahiran pada usia 40 tahun ke atas menunjukkan bahwa semakin banyak perempuan memiliki pilihan dalam menentukan waktu membangun keluarga. Namun, keputusan tersebut tetap perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai risiko kesehatan serta pendampingan medis agar ibu dan bayi dapat melalui kehamilan dengan aman.(lin)
Editor : Redaksi