Ingin Tubuh Tetap Sehat? Cukup Konsumsi 5 Makanan Kaya Vitamin Ini

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Makanan yang cukup banyak mengandung vitamin dan minera;. (Preefik.com)
Makanan yang cukup banyak mengandung vitamin dan minera;. (Preefik.com)

 

Sumutpos.jawapos.com-Banyak orang mengandalkan suplemen untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tubuh cenderung menyerap nutrisi lebih efektif ketika berasal dari makanan utuh dibandingkan produk suplemen.

Mengonsumsi makanan yang beragam setiap hari tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, tetapi juga memberikan senyawa alami lain seperti antioksidan, serat, dan fitonutrien yang tidak ditemukan dalam jumlah lengkap pada suplemen.

Dilansir dari RBC.Ukraina, berikut lima sumber nutrisi alami yang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral tubuh.

1. Biji Bunga Matahari

Biji bunga matahari merupakan salah satu sumber vitamin E terbaik. Dalam seperempat cangkir biji bunga matahari tanpa garam terkandung sekitar 80 persen kebutuhan harian vitamin E, 25 persen magnesium, serta 11 persen serat.

Ahli gizi Melissa Danno menjelaskan bahwa nutrisi dari makanan utuh umumnya lebih mudah dikenali dan diserap tubuh dibandingkan nutrisi dalam bentuk suplemen yang terkonsentrasi.

Baca Juga: Booth Suzuki di GIIAS 2026 Hadir Lebih Interaktif, Suguhkan Teknologi, Hiburan, hingga Zona Ramah Keluarga

Ia juga mengingatkan pentingnya menghindari pola makan yang monoton. Mengonsumsi jenis makanan yang sama setiap hari dapat membatasi variasi nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

2. Aneka Buah dan Sayuran Berwarna

Semakin beragam warna buah dan sayuran yang dikonsumsi, semakin lengkap pula kandungan fitokimia yang diperoleh tubuh.

Tomat, misalnya, mengandung likopen yang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung dan beberapa jenis kanker. Buah beri kaya akan antosianin yang berperan sebagai antioksidan dan membantu memperlambat proses penuaan sel.

Sementara itu, bawang mengandung allicin, senyawa alami yang diyakini mendukung sistem pertahanan tubuh terhadap pertumbuhan sel abnormal.

Selain vitamin dan mineral, kelompok makanan ini juga kaya antioksidan serta fitonutrien yang berperan penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.

3. Ikan Berlemak

Salmon, trout, dan sarden merupakan sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan fungsi otak.

Selain kaya omega-3, ikan berlemak juga mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin B12, selenium, zat besi, seng, serta magnesium.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Tol Medan–Tebing Tinggi, Avanza Tabrak Truk Fuso, 1 Orang Meninggal Dunia

Bagi yang mengonsumsi protein hewani, para ahli lebih menyarankan memperoleh omega-3 langsung dari ikan dibandingkan mengandalkan suplemen minyak ikan.

4. Kacang Kenari

Bagi mereka yang tidak mengonsumsi ikan, kacang kenari dapat menjadi alternatif sumber omega-3 nabati.

Selain kenari, chia seed dan biji rami (flaxseed) juga mengandung omega-3, serat, dan berbagai mineral penting. Kombinasi nutrisi tersebut tidak hanya mendukung kesehatan jantung, tetapi juga membantu memberikan rasa kenyang lebih lama karena kandungan protein dan seratnya.

5. Beras Merah dan Gandum Utuh

Kelompok biji-bijian utuh seperti beras merah, oat, quinoa, dan roti gandum utuh merupakan sumber vitamin B, magnesium, serat, serta fitonutrien yang sering hilang pada biji-bijian olahan.

Untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal, beras merah atau quinoa dapat dipadukan dengan salmon, brokoli, dan ubi jalar sehingga menghasilkan menu yang kaya vitamin, mineral, protein, dan serat.

Apakah Semua Orang Perlu Mengonsumsi Suplemen?

Tidak semua orang membutuhkan suplemen setiap hari. Pada umumnya, seseorang yang mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan bervariasi sudah dapat memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya melalui makanan.

Baca Juga: Kanwil Ditjenpas Bantah Intimidasi Nikita Mirzani

Meski demikian, ada beberapa kelompok yang mungkin memerlukan suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan, seperti ibu hamil dan menyusui, lansia, anak-anak, serta mereka yang menjalani pola makan vegan, vegetarian, atau diet dengan pembatasan tertentu.

Para ahli juga mengingatkan bahwa suplemen bukanlah produk yang sepenuhnya bebas risiko. Konsumsi dalam dosis tinggi dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu atau meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti batu ginjal hingga stroke.

Karena itu, sebelum mengonsumsi suplemen, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan dan tes darah untuk memastikan apakah tubuh benar-benar mengalami kekurangan vitamin atau mineral tertentu. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi secara tepat, aman, dan sesuai kondisi masing-masing. (net/han)

Editor : Johan Panjaitan
Kaya Vitamin mineral sehat tubuh makanan